Beredar kabar yang menarasikan bahwa Anies Baswedan mengamuk karena Surya Paloh menarik dukungan untuk dirinya.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 327 ribu pengikut bernama PINTER POLITIK melalui sebuah video yang diunggah pada 8 Juli 2023.
"VIRAL ~ setress.! Anies ngamuk luar biasa..paloh diancam dibunvh karena cabut dukungan untuk Anies" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Minggu (9/7/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"ANIES NGAMUK NGAMUK !
PALOH DI ANCAM DI BUNVH HINGGA BEGINI"
Namun begitu, apakah benar Anies Baswedan mengamuk karena Surya Paloh menarik dukungan untuk dirinya?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Anies Baswedan yang mengamuk karena Surya Paloh menarik dukungan terhadap dirinya.
Unggahan tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Surya Paloh menarik dukungannya untuk Anies Baswedan.
Baca Juga: Mengenal Sinagoge, Tempat Ibadah Orang Yahudi Diduga Ada di Al Zaytun
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini Surya Paloh masih mendukung Anies Baswedan untuk maju sebagai Capres 2024.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan 'Anies ngamuk luar biasa..paloh diancam dibunuh karena cabut dukungan untuk Anies' merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].