Sebuah akun YouTube bernama POLITIK NUSANTARA membuat sebuah unggahan dengan narasi hoaks yang menyatakan bahwa Tokoh Gereja se-Indonesia mendeklarasikan Ganjar Pranowo.
Unggahan dengan muatan narasi tidak benar itu diunggah oleh akun YouTube POLITIK NUSANTARA pada Rabu (6/9/23).
Unggahan dengan judul hoaks berupa narasi "DEMI NKRI !! TOKOH GEREJA SE INDONESIA DEKLARASIKAN GANJAR..INI TAMPARAN KERAS UNTK ANIS DAN PALOH" itu telah ditonton sebanyak 15 ribu kali oleh netizen.
Selain judul bermuatan narasi yang tidak benar, unggahan tersebut juga menggunakan thumbnail berupa gambar telah direkayasa dengan narasi hoaks sebagai berikut: "DEMI KEUTUHAN NKRI...!!
GEREJA SE INDONESIA DEKLARASI GANJAR
INI PUKULAN TELAK UNTUK KADRUN ANIS DAN PALOH"
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan berita kredibel yang menyatakan bahwa Gereja se-Indonesia deklarasikan Ganjar Pranowo Capres 2024.
Selain itu, hingga saat ini pada Kamis (7/9/23), tidak ada deklarasi yang dilakukan oleh tokoh gereja se-Indonesia untuk Ganjar Pranowo.
Faktanya, puluhan tokoh gereja dari berbagai daerah di Indonesia datang untuk bersilaturrahmi dengan Ganjar Pranowo pada momen lebaran Idul Fitri lalu.
Silaturahmi tersebut tidak memuat deklarasi Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Selain Vonis 12 Tahun Penjara, Mario Dandy Diwajibkan Bayar Restitusi Rp 25 Miliar
Sehingga dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyatakan 'DEMI NKRI !! TOKOH GEREJA SE INDONESIA DEKLARASIKAN GANJAR..INI TAMPARAN KERAS UNTK ANIS DAN PALOH' merupakan narasi yang salah.
Unggahan tersebut memuat informasi Hoaks dan tidak benar.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].