Virus Nipah (NiV) saat ini sedang menyebar di Kerala, India, dan menyebabkan banyak kematian. Tingkat kematian dari kasus Virus Nipah diperkirakan berkisar antara 40 persen hingga 75 persen.
Dilansir dari herstory, virus Nipah adalah patogen yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia. Dikenal sebagai
Virus ini bersifat zoonosis yang dapat menular melalui makanan yang terkontaminasi atau melalui kontak langsung antarmanusia.
Masa inkubasi atau interval antara infeksi dan munculnya gejala umumnya berkisar empat hingga 14 hari, tetapi dalam beberapa kasus masa inkubasi dapat mencapai hingga 45 hari.
Gejalan virus Nipah dapat berupa infeksi tanpa gejala hingga penyakit pernapasan akut dan ensefalitis (radang otak) yang fatal.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang yang terinfeksi Virus Nipah awalnya mengalami gejala yang meliputi:
Demam
Sakit kepala
Mialgia (nyeri otot)
Muntah
Sakit tenggorokan
Gejala-gejala tersebut bisa diikuti dengan:
Baca Juga: Komnas HAM Klaim Temukan 5 Selongsong Gas Air Mata Di SD Pulau Rempang, Sengaja Ditembakan?
Pusing
Mengantuk
Perubahan kesadaran
Tanda-tanda neurologis yang mengindikasikan ensefalitis akut.
Beberapa orang juga dapat mengalami gejala-gejala berikut:
Pneumonia atipikal
Masalah pernapasan yang parah seperti gangguan pernapasan akut
Selain menyerang manusia, Virus Nipah juga bisa menyebabkan penyakit serius pada hewan, terutama babi, yang dapat berdampak besar pada ekonomi peternak.
Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang khusus untuk mengobati infeksi Virus Nipah, meskipun WHO telah mengidentifikasinya sebagai penyakit yang memerlukan perhatian khusus dalam kerangka Cetak Biru Penelitian dan Pengembangan WHO.