Pasangan Dwi Sasono dan Widi Mulia ternyata punya selera yang unik soal desain rumahnya. Rumah yang berdiri di atas lahan 700 meter persegi itu mengusung konsep industrial ala vila di Yogyakarta.
Yang tak kalah unik, pasangan ini memanfaatkan barang-barang bekas untuk mengisi rumahnya, lho. Menurut Dwi Sasono, mereka berkomitmen tak ingin menambah lagi sampah di bumi.
Seperti apa potret rumah Dwi Sasono dan Widi Mulia ini?
1. 90% barang bekas
![Rumah Dwi Sasono [(YouTube)]](https://media.suara.com/suara-partners/mamagini/thumbs/1200x675/2023/09/26/4-rumah-dwi-sasono.jpg)
Rumah yang dibangun sejak tahun 2013 itu banyak memanfaatkan barang bekas untuk perabotannya.
"Gue udah mikir gak mau lagi menambah sampah, barang-barang bekas kita manfaatin," kata Dwi Sasono.
2. Menanam sayur-mayur sendiri
![Rumah Dwi Sasono [(YouTube)]](https://media.suara.com/suara-partners/mamagini/thumbs/1200x675/2023/09/26/1-rumah-dwi-sasono.jpg)
Selain tanaman yang meneduhkan, halaman rumah Dwi Sasono juga ditanami dengan berbagai sayuran untuk dikonsumsi sendiri. Salah satunya adalah bayam brazil yang ditanamnya di tepi dinding luar rumah.
3. Komposit untuk mengumpulkan sampah organik
Baca Juga: Cara Masak Daging Sapi Biar Cepat Empuk, Cocok untuk Topping Soto
![Rumah Dwi Sasono [(YouTube)]](https://media.suara.com/suara-partners/mamagini/thumbs/1200x675/2023/09/26/2-rumah-dwi-sasono.jpg)
Di halaman rumahnya, Dwi Sasono membangun komposit tempat ia mengumpulkan sampah-sampah organik, seperti daun kering dan sisa makanan. Nantinya, sampah organik ini akan menjadi kompos yang menyuburkan tanaman di rumahnya.
"Jadi secara fermakultur, jadi apa yang kita makan dari tanah yang kita tinggal, terus nanti sisanya kita keluarkan juga di sini, jadi suatu rantai kehidupan," jelas Dwi Sasono.
4. Wall of art
![Rumah Dwi Sasono [(YouTube)]](https://media.suara.com/suara-partners/mamagini/thumbs/1200x675/2023/09/26/3-rumah-dwi-sasono.jpg)
Ada satu bagian di dinding rumahnya yang didedikasikan untuk memajang hasil karya teman-teman dan anak-anak, mulai dari lukisan, foto, ukiran, dan sebagainya.
"Jadi semua karya-karya ya dari temen kita, terus karya anak-anak kita taro disini," ucap Dwi Sasono mengenai sudut yang sering disebut mirip dengan museum atau galeri ini.
5. Teduh berkat banyaknya pepohonan