Organisasi Palestina Hamas telah mengklarifikasi bahwa mereka tidak menghalangi warga negara asing untuk meninggalkan Gaza.
Namun, penyusunan daftar untuk perjalanan ke Mesir dikelola oleh Israel dan Amerika Serikat, kata kepala hubungan internasional Hamas di Jalur Gaza dan mantan menteri kesehatan, Basem Naim.
Dilansir dari Sputnik, sebuah sumber diplomatik pada hari Selasa bahwa warga negara Rusia dan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) masih belum diizinkan untuk dievakuasi dari Gaza oleh Israel, meskipun semua persiapan telah dilakukan.
Daftar warga asing yang akan dievakuasi dari jalur tersebut pada hari Rabu juga tidak menyertakan warga Rusia.
"Daftar untuk meninggalkan Jalur Gaza disiapkan untuk mereka yang berkewarganegaraan lain, yaitu warga Israel dan Amerika. Daftar ini kemudian dikirim ke Mesir, yang kemudian mengirimkannya ke Kementerian Dalam Negeri untuk dipublikasikan di situs web resmi," jelas Naim.
Menurut kepala hubungan internasional Hamas, warga negara Rusia tidak termasuk dalam daftar evakuasi untuk meninggalkan Jalur Gaza karena adanya hambatan dari Tel Aviv dan Washington.
"Kami tidak memiliki peran dalam proses ini, dan kami tidak memiliki wewenang untuk menentukan siapa yang diizinkan meninggalkan Gaza menuju Mesir. Namun demikian, kami tidak menghalangi mereka yang ingin meninggalkan Gaza untuk melakukannya," tambah Naim.