Pemboman berat telah dilaporkan terjadi di dekat Rumah Sakit Indonesia di Gaza, menurut Dr Atef al-Kahlout, direktur rumah sakit tersebut. Israel terus membombardir daerah-daerah di dekat fasilitas tersebut, yang terletak di bagian utara daerah kantong Palestina yang terkepung.
Dilansir dari Al Jazeera, Dr. al-Kahlout juga menyebutkan bahwa pasokan listrik rumah sakit akan dihentikan 'dalam beberapa jam' karena kekurangan bahan bakar.
Rumah sakit tersebut telah mengalami pemadaman listrik bulan lalu karena ketiadaan bahan bakar.
Awal bulan ini, kekurangan bahan bakar menyebabkan Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, satu-satunya rumah sakit perawatan kanker di Gaza, berhenti beroperasi.
Jumlah anak-anak yang jadi korban meroket
Misi PBB untuk Palestina menuduh Israel membantai anak-anak Gaza,karena dua kali lebih banyak anak-anak Palestina yang dibunuh oleh Israel dalam satu bulan terakhir dibandingkan dengan jumlah anak-anak yang terbunuh di Tepi Barat dan Gaza yang diduduki sejak tahun 1967.
Sedikitnya 4.237 anak Palestina telah meninggal di Gaza sejak operasi militer Israel terhadap wilayah yang terkepung tersebut dimulai pada tanggal 7 Oktober, menurut kementerian kesehatan Palestina.
Sebanyak 1.350 anak lainnya belum ditemukan dan sebagian besar diperkirakan telah meninggal dunia di bawah reruntuhan bangunan yang hancur di Gaza.
Hal ini menyiratkan bahwa hampir 180 anak kehilangan nyawa mereka setiap harinya di Gaza. Angka-angka mengerikan ini telah dinyatakan oleh organisasi hak-hak anak, Defense of Children International - Palestina.
Baca Juga: PBB Ungkap Kelangkaan Tepung di Gaza Utara, Pangan Terancam, Ambulans Turut Disasar Israel