Demokrat Tegaskan Tolak Pakai Politik Identitas, AHY: Jangan Mudah Melabeli Orang atau Kelompok

manado

Selasa, 22 November 2022 | 15:37 WIB
Demokrat Tegaskan Tolak Pakai Politik Identitas, AHY: Jangan Mudah Melabeli Orang atau Kelompok
Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. (Suara.com/Bagaskara)

Sosok Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut memberikan pandangannya terkait politik identitas

Menurutnya, politik identitas ini perlu dicegah meski bukanlah hal yang baru. Sebab, dampak dari politik identitas itu sendiri pun bisa menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

"Politik identitas itu bukan sesuatu yang baru, tetapi kalau dieskploitasi secara berlebihan maka hanya akan menyisakan polarisasi dan juga konflik yang berkepanjangan," kata AHY dikutip dari tvOneNews, Selasa (22/11/2022).

Putra sulung SBY itu menegaskan bahwa Demokrat dengan tegas menolak soal politik identitas.

"Ini harus kita cegah, Demokrat keras menegaskan bahwa tidak boleh untuk kemenangan sesaat kita menggunakan politik identitas," sambungnya.

AHY menambahkan soal kekhawatirannya terkait politik identitas. Ia mengingatkan kepada semua orang untuk tidak terlalu mudah melabeli seseorang atau sebuah kelompok.

"Jangan sampai kita mudah melabeli suatu kelompok A dengan sebutan tertentu, B dengan sebutan tertentu. Bisa menggunakan garis identitas baik suku, agama, ras, etnis, tapi juga bisa ideologis," jelasnya.

AHY lalu menceritakan bahwa Demokrat pernah memiliki pengalaman tak menyenangkan/buruk pada tahun 2019 silam.

Pada saat itu, AHY menyebut ada orang yang mengaku sebagai Pancasilais dan agama.

Dia menyatakan bahwa politik identitas dan pelabelan diri itu tak boleh terjadi lagi di tahun 2024 mendatang.

"Bukankah Indonesia ini milik semua dan semua itu dijamin di negeri kita," tandasnya.

AHY berharap bisa dan harus  memperjuangkan untuk tak terjadi lagi polarisasi akibat politik identitas. 

Dituding Bapak Politik Identitas, Anies Baswedan Tantang Balik

Mantan Gubernur DKI Jakarta kerap dijuluki sebagai bapak politik identitas. Namun tampaknya Anies sudah gerah menyandang sebutan ini berlama-lama, sehingga belakangan mencoba mendebatnya.

Salah satunya seperti dilihat Suara.com di kanal YouTube-nya, Anies menilai persepsi tersebut muncul ketika ia bertarung di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Namun kini ia sudah purnatugas sebagai Gubernur DKI Jakarta. "Bisakah ditunjukkan kebijakan Anies yang intoleran? Bisakan ditunjukkan kebijakan Anies yang diskriminatif?" ujar Anies dikutip pada Jumat (18/11/2022).

"Bisakah ditunjukkan kebijakan Anies yang tidak memayungi semua? Bisakan ditunjukkan kebijakan Anies yang mencerminkan pandangan-pandangan partisan?" sambungnya.

Anies kemudian meminta publik untuk melihat rekam jejaknya alih-alih percaya dengan semua persepsi yang berkembang. Anies menyebut, ada dua lembaga survei yang telah mengevaluasi kepuasan publik di ujung periodenya.

"2 surveyor yang bukan sahabatnya Anies, Vox Populi dan LSI, yang satu (tingkat kepuasannya) 83% dan yang satu 80%. Artinya, nggak ada itu polarisasi yang diduga itu," jelasnya.

"Bagi siapapun yang menuding Anies intoleran, Anies tidak bersahabat dengan minoritas, Anies diskriminatif, itu adalah persepsi yang diciptakan di tahun 2017," imbuhnya.

Anies menilai persepsi itu sudah tidak valid lagi sebab ia pun bisa menunjukkan hasil kerjanya selama 5 tahun belakangan. Apalagi persepsi adalah penilaian orang lain dan Anies tidak berkapasitas menanggapinya.

"Ketika sudah tahun keempat saya mulai tanya, bisa tidak ada Anda tunjukkan kebijakan diskriminatif di Jakarta? Tidak ada," kata Anies.

"Tanya saja sama masyarakat Nasrani, Hindu, Budha, mereka merasa diskriminatif tidak? Atau malah sebaliknya?" lanjut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Hasilnya, menurut Anies, masyarakat justru memberi penilaian positif untuk kinerjanya. "Mereka bilang baru pertama kali nih kami diurusi sama gubernur. Saya bisa (tunjukkan), ada banyak buktinya," tegasnya.

"Jadi, yang terjadi justru sebaliknya," pungkasnya, memastikan bahwa julukan politik identitas sudah tidak relevan lagi dengannya karena Anies merasa sudah mengakomodir kebijakan terbaik untuk semua agama dan kebudayaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

'Jangan Sok Yakin' Fahri Hamzah Cecar Telak Andi Mallarangeng, Sebut Koalisi Perubahan Hanya Bohong-bohongan

'Jangan Sok Yakin' Fahri Hamzah Cecar Telak Andi Mallarangeng, Sebut Koalisi Perubahan Hanya Bohong-bohongan

Manado | Selasa, 22 November 2022 | 14:53 WIB

Bukan Karena Politik Identitas, Pembenci Ungkap Alasan Tak Menyukai Anies Baswedan

Bukan Karena Politik Identitas, Pembenci Ungkap Alasan Tak Menyukai Anies Baswedan

Manado | Selasa, 22 November 2022 | 14:35 WIB

'AHY Lagi-lagi Blunder' Sebut Dana Negara Cuma Buat Infrastruktur, Jhon Sitorus: Tidak Paham Anggaran!

'AHY Lagi-lagi Blunder' Sebut Dana Negara Cuma Buat Infrastruktur, Jhon Sitorus: Tidak Paham Anggaran!

Manado | Selasa, 22 November 2022 | 13:05 WIB

Wanti-wanti Jokowi Ke Bakal Capres-Cawapres: Jangan Politisasi Agama, Jangan!

Wanti-wanti Jokowi Ke Bakal Capres-Cawapres: Jangan Politisasi Agama, Jangan!

News | Senin, 21 November 2022 | 11:55 WIB

Momen SBY-Megawati Semeja Disebut Luar Biasa Jika Ada Kemungkinan Koalisi PDIP dan Demokrat

Momen SBY-Megawati Semeja Disebut Luar Biasa Jika Ada Kemungkinan Koalisi PDIP dan Demokrat

News | Senin, 21 November 2022 | 11:38 WIB

Koalisi Perubahan Nggak Jelas Kapan Deklarasi, Pengamat Berpikir Kemungkian Duet 'Darah Biru' Puan-AHY: Pasti Luar Biasa

Koalisi Perubahan Nggak Jelas Kapan Deklarasi, Pengamat Berpikir Kemungkian Duet 'Darah Biru' Puan-AHY: Pasti Luar Biasa

News | Senin, 21 November 2022 | 11:33 WIB

Terkini

Viral Emak-emak Pekanbaru Bongkar Diduga Lokasi Judi, Polisi Didesak Turun Tangan

Viral Emak-emak Pekanbaru Bongkar Diduga Lokasi Judi, Polisi Didesak Turun Tangan

Riau | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:21 WIB

Jumat Kliwon Weton Tulang Wangi atau Bukan? Simak Penjelasan Om Hao Jelang Malam 1 Suro

Jumat Kliwon Weton Tulang Wangi atau Bukan? Simak Penjelasan Om Hao Jelang Malam 1 Suro

Lifestyle | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:10 WIB

Asus Chromebook CM32 Debut dengan Chip MediaTek dan Layar 2.5K, Baterai Tahan 13 Jam

Asus Chromebook CM32 Debut dengan Chip MediaTek dan Layar 2.5K, Baterai Tahan 13 Jam

Tekno | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:05 WIB

Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto

Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:00 WIB

Registrasi Ulang Pelat Kendaraan: Pelayanan Publik atau Beban Administratif?

Registrasi Ulang Pelat Kendaraan: Pelayanan Publik atau Beban Administratif?

Your Say | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:00 WIB

4 Moisturizer Hada Labo Paling Laris di Shopee, Formula Sulit Ditemukan di Brand Lain

4 Moisturizer Hada Labo Paling Laris di Shopee, Formula Sulit Ditemukan di Brand Lain

Lifestyle | Minggu, 14 Juni 2026 | 11:57 WIB

Cara Aktifkan Paket Bola Gembira Full di FolaPlay untuk Nonton Piala Dunia 2026, Segini Harganya

Cara Aktifkan Paket Bola Gembira Full di FolaPlay untuk Nonton Piala Dunia 2026, Segini Harganya

Tekno | Minggu, 14 Juni 2026 | 11:53 WIB

Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi

Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 11:50 WIB

Harga Tiket Pesawat Meroket, Penumpang Bandara Sepinggan Turun Drastis

Harga Tiket Pesawat Meroket, Penumpang Bandara Sepinggan Turun Drastis

Kaltim | Minggu, 14 Juni 2026 | 11:45 WIB

Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar

Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 11:40 WIB