- Ribuan peserta mulai memadati Monas, Jakarta Pusat, untuk mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan.
- Rangkain acara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini dijadwalkan berlangsung pukul 17.00 dan akan dihadiri Presiden Prabowo.
- Polda Metro Jaya mengerahkan 7.643 personel gabungan untuk mengamankan kegiatan yang diperkirakan diikuti sekitar 100 ribu peserta.
Suara.com - Ribuan peserta mulai memadati kawasan Monas, Jakarta Pusat, menjelang dimulainya Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (1/8/2026).
Mayoritas jemaah mengenakan pakaian serba putih dan langsung diarahkan mengikuti alur ibadah yang telah disiapkan panitia.
Setibanya di lokasi, peserta dipisahkan melalui jalur masuk laki-laki dan perempuan. Mereka kemudian diarahkan berwudu secara bergantian di sejumlah titik yang telah disediakan untuk menghindari antrean menjelang waktu salat Maghrib.
Usai berwudu, peserta diminta mengisi saf dan merapatkan barisan di area yang telah ditentukan sambil menunggu dimulainya salat Maghrib dan rangkaian zikir bersama.
Pantauan Suara.com di lokasi, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar telah tiba di kawasan Monas. Namun, hingga berita ini ditulis, acara belum dimulai.
Zikir dan Doa Kebangsaan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 17.00 WIB hingga 21.30 WIB.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda nasional dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
![Apel gabungan yang digelar Polda Metro Jaya dalam melakukan pengawalan Zikir dan Doa Bersama di Monas, Jakarta Pusat pada Sabtu (1/8/2026) [ANTARA/HO-Polda Metro Jaya]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/01/62506-pengamanan-zikir-dan-doa-kebangsaan-di-monas.jpg)
Untuk mengamankan kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya mengerahkan 7.643 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan.
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono mengatakan seluruh personel diminta menjalankan tugas secara profesional dan humanis agar kegiatan yang diperkirakan diikuti sekitar 100 ribu peserta itu berlangsung aman dan tertib.
“Seluruh personel harus melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan penuh kewaspadaan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar,” kata Dekananto.
Ia juga mengingatkan seluruh petugas untuk mengedepankan pelayanan kepada masyarakat selama proses pengamanan berlangsung.
“Utamakan kesabaran dalam melayani masyarakat, tetap tenang dalam bertindak, serta jaga komunikasi dan koordinasi hingga seluruh rangkaian kegiatan dinyatakan selesai,” ujarnya.
Selain menyiagakan personel, kepolisian menerapkan langkah pengamanan berlapis, mulai dari deteksi dini, sterilisasi lokasi oleh Tim Jibom dan K9, patroli, pengaturan lalu lintas, hingga menyiapkan pos kesehatan, ambulans, dan jalur evakuasi.
Akses peserta menuju Monas dibuka melalui Pintu Timur Laut, Pintu Tenggara, dan Pintu Barat Daya.
Sementara itu, sebanyak 22 kantong parkir disiapkan dengan kapasitas sekitar 1.450 bus, 3.680 mobil, dan 50 sepeda motor.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar kawasan Monas untuk menggunakan jalur alternatif atau memanfaatkan transportasi umum guna menghindari kepadatan lalu lintas.