Sosok Intelijen di Balik Suksesi Politik Megawati, Pernah Jadi Orang Jokowi, Kini Mertua Petinggi TNI

manado

Sabtu, 26 November 2022 | 13:39 WIB
Sosok Intelijen di Balik Suksesi Politik Megawati, Pernah Jadi Orang Jokowi, Kini Mertua Petinggi TNI
AM Hendro dan Megawati (Tangkapan Layar)

Karir politik Megawati Soekarnoputri memang dikenal mentereng. Bagaimana tidak, dia menjadi perempuan yang bisa menanjak ke kursi kepresidenan. 

Tak hanya itu, partai yang dipimpinnnya yakni PDI Perjuangan bertahun-tahun sudah menjadi partai penguasa hingga sekarang. 

Nama besar Megawati di dunia politik tampaknya bukan hanya soal dirinya sebagai trah Soekarno. Namun berbagai faktor berpengaruh termasuk orang-orang di belakanganya. 

Dalam hal ini, salah satu nama yang disebut-sebut berpengaruh pada kekuasaan politik Megawati adalah kekuatan intelijen yang dimilikinya. Dia digandeng sosok berpengaruh yakni mantan Kepala BIN A.M Hendropriyono

Melansir dari Kanal Pinter Politik, dalam buku berjudul Power and Political Culture in Suharto's Indonesia karya Stefan Eklof menyebutkan bahwa Hendropriyono sudah menjalin hubungan lama dengan Megawati. 

Bahkan Hendropriyono sudah bersama Megawati sejak putri Soekarno itu pertama kali masuk di pentas perpolitikan Indonesia. 

Jasa Hendropriyono untuk Megawati

Melansir dari berbagai sumber, Letjen (Purn) Hendro merupakan salah satu anak didik Benny Moerdani. Tokoh legendaris TNI yang disebut sebagai 'tukang pukul' Seoharto. 

Terkait hubungannya dengan Megawati, Hendropriyono disebut memiliki jasa dalam terpilihnya Megawati sebagai Ketua Umum PDIP tahun 1993. 

baca juga

Pada buku milik Eklof, kemenangan Megawati kala itu adalah misi bawah tanah Benny Moerdani untuk melawan Soeharto. Hendro sebagai anak didik Benny memberikan dukungan tidak langsung pada Megawati. 

Keduanya sempat bertemu saat Megawatu safari politik ke para petinggi militer. 

"Hendro menyebutkan bahwa Militer tak punya masalah jika Megawati menjadi Ketum PDI, ia bahkan berjanji akan mengamankan musyawarah PDI yang diselenggarakan tahun tersebut," ujar pembawa narasi di Kalan Pinter Politik. 

Hendro juga disebutkan menjadi sosok yang menyangkal bahwa Soeharto tak setuju jika Megawati jadi Ketum PDI. 

Usai Megawati terpilih, Hendro dalam buku Eklof disebut menjadi bagian dari Anggota Dewan Formatur.

"Yang jelas keberadaan sosok militer aktif membuat politik Megawati semakin kuat," tambahnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi: Pemimpin yang Memikirkan Rakyat 'Banyak Kerutan di Wajahnya'

Jokowi: Pemimpin yang Memikirkan Rakyat 'Banyak Kerutan di Wajahnya'

News | Sabtu, 26 November 2022 | 13:13 WIB

Jokowi Sarankan Pilih Pemimpin Saat Pilpres, Banyak Kerutan Dan Rambutnya Putih

Jokowi Sarankan Pilih Pemimpin Saat Pilpres, Banyak Kerutan Dan Rambutnya Putih

Bali | Sabtu, 26 November 2022 | 13:05 WIB

Epik! Momen Anwar Ibrahim Tak Sengaja Perlihatkan Nomor Telepon Rahasia Jokowi

Epik! Momen Anwar Ibrahim Tak Sengaja Perlihatkan Nomor Telepon Rahasia Jokowi

News | Sabtu, 26 November 2022 | 12:44 WIB

Terkini

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:45 WIB

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:43 WIB

Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia

Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia

Entertainment | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:27 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob

BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob

Bali | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:22 WIB

Bagaimana Struktur Baja Masjid Raya Baitul Khairaat Pasca Gempa?

Bagaimana Struktur Baja Masjid Raya Baitul Khairaat Pasca Gempa?

Sulsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:15 WIB

Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi

Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:15 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

×