Manado.suara.com - Sebuah foto yang menampilkan sosok selebgram Tulungagung, Meylisa Zaara, sedang menerima seserahan dari seorang lelaki viral di media sosial.
Diduga kuat, lelaki tersebut adalah anggota DPRD Tulungagung, Adib Makarim. Foto Meylisa dan Adib yang menunjukkan momen lamaran itu pun menjadi sorotan di berbagai platform media sosial.
Kontroversi muncul ketika banyak orang beranggapan bahwa foto tersebut menunjukkan adanya pernikahan siri antara Meylisa dan anggota DPRD tersebut.
Hal ini mengundang berbagai komentar dan spekulasi dari netizen dan pengikut Meylisa di media sosial.
Namun, akhirnya Meylisa Zaara buka suara untuk memberikan penjelasan tentang foto tersebut. Ia membantah adanya pernikahan siri dengan Adib Makarim, sang anggota DPRD Tulungagung.
“Itu memang benar foto aku. Terjadi itu waktu awal pandemi, memang terjadi lamaran antara aku dengan seorang laki-laki itu dan itu acara keluarga, dan foto itu juga sebelahnya ibunya dia,” ucap Meylisa Zaara, dikutip dari akun @lambee.pedes
Meylisa mengklarifikasi bahwa foto yang viral tersebut bukanlah momen pernikahan, melainkan merupakan acara lamaran yang terjadi saat awal pandemi Covid-19.
Meylisa mengungkap bahwa acara lamaran tersebut berlangsung secara tertutup, hanya dihadiri oleh pihak keluarga tanpa acara besar-besaran.
Foto yang tersebar luas di media sosial itu sebenarnya diunggah oleh sang ibu Meylisa melalui akun Facebooknya.
Baca Juga: Nathalie Holscher Tolak Bulanan 25 Juta dari Sule, Begini Respon Woles Ayah Adzam
Meylisa menyatakan bahwa orang tua memang bangga ketika melihat anaknya akan menikah, dan itulah yang menjadi latar belakang mengapa foto tersebut dibagikan.
“Kita antar keluarga aja gak ada acara gede-gedean. Foto itu disebarkan sama ibu aku di akun Facebook. Jadi ketika itu namanya orang tua anaknya lamaran ya bangga lah. Maksudnya 'anakku akhirnya menikah' kayak gitu-gitu," ujarnya.
Namun, Meylisa Zaara juga mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Adib Makarim berakhir di tengah jalan. Lamaran yang sempat terjadi harus dibatalkan karena ternyata pihak laki-laki tersebut sudah memiliki seorang istri.
"Lamaran itu batal karena memang si laki-laki ini masih punya seorang istri. Yang membatalkan pihak keluarga aku," ujarnya.
Pihak keluarga Meylisa pun mengambil keputusan untuk membatalkan acara lamaran tersebut.