Kritik tersebut merujuk pada pandangan bahwa Barbie sejatinya bukanlah figur yang cocok untuk semua anak, terutama mereka yang berusia di bawah 13 tahun.
Barbie sering dikritik karena menggambarkan standar kecantikan dan citra tubuh yang tidak realistis, yang bisa berdampak negatif pada perkembangan psikologis anak-anak.
Selain itu, mengutip laman Insider, Barbie juga memuat kata-kata umpatan, serta pembahasan soal kesetaraan gender yang bisa jadi rumit bagi anak-anak.
Selain itu, netizen juga menyoroti kehadiran cucu-cucu yang masih terlihat di bawah usia 10 tahun dalam momen menonton film tersebut.
Meskipun setiap keluarga memiliki hak untuk menentukan apa yang terbaik untuk anak-anak mereka, ada beberapa yang merasa bahwa film dengan rating yang tidak sesuai usia cucu-cucu Amy Qanita sebaiknya tidak dipilih sebagai hiburan keluarga.
"Saran buat ortu2 kalo mau nonton mending liat review nya dulu searching2 ,karna disini film nua bkn tentang kartun saja tp disini ada edukasi dewasa ,bhs patriarki juga jd tdk semua film sprti ini di edukasikan untuk kalangan anak2," tulis seorang netizen.
"Pernah lihat review yg udah nonton,katanya film barbie ini cocoknya buat yg udah 20+ jalan ceritanya,jd bukan kayak kartun2 gitu.ya ha sih?" sambung yang lain.
Baca Juga: Jemaat Gereja di Yogyakarta Spontan Teriak Allahu Akbar saat Gempa Bumi!