Metro, Suara.com - Ribuan sopir truk di Korea Selatan melakukan aksi pemogokan sejak tujuh hari lalu. Para sopir truk melancarkan aksi itu untuk menuntut tambahan upah di tengah kenaikan harga bahan bakar.
Aksi para sopir truk berdampak pada sejumlah sektor serta memperlambat pengiriman, mengganggu proses produksi, dan menimbulkan risiko baru pada rantai pasokan global.
Sejumlah sektor seperti pelabuhan ikut terdampak aksi pemogokan ribuan sopir truk tersebut. Pelabuhan Busan yang merupakan pelabuhan kontainer terbesar ketujuh di dunia, mengatakan pemogokan telah memangkas lalu lintas kontainer sebesar dua pertiga dari biasanya.
Seorang pejabat pemerintah menyebut tempat-tempat penyimpanan kontainer mulai penuh dan otoritas sedang mencari cara untuk menambah kapasitas. Lalu lintas kontainer di pelabuhan Ulsan, yang menyumbang sekitar 10 persen lalu lintas pelabuhan di Korsel, telah ditangguhkan sejak Selasa lalu.
Sumber : Suara.com