Suara.com - Nama Julia Prastini atau yang akrab disapa Jule ikut terseret dalam perang antara warganet Korea Selatan, Knetz dengan SEAblings.
Sebuah akun X nimbrung dalam kolom komentar membahas tentang rumah tangga Jule dan Na Daehoon yang berakhir cerai.
Netizen itu menyebut jika pria Korea Selatan, Na Daehoon di Indonesia kalah karena Jule selingkuh dengan Safrie Ramadhan.
"Bang cowok Korea di sini aja kalah sama Sapri," celetuk akun tersebut, 12 Februari 2026.
Akun lain langsung menimpali jika akhirnya Jule bisa berguna dalam perang antara netizen Indonesia dengan netizen Korea Selatan ini.
"Si Jule akhirnya ada gunanya," komentarnya seolah Jule mendadak jadi pahlawan.
Beberapa netizen lain langsung membahas Jule yang dianggap bisa kembali mendapatkan dukungan dari orang Indonesia setelah berbulan-bulan dihujat karena selingkuhi Daehoon.
Ada juga yang sambil tertawa ingin mengucapkan terima kasih pada Jule karena sudah selingkuh dengan nada bercanda.
Baca Juga: Pernikahan Maudy Ayunda Terseret Perang SEAblings, Knetz Sewot: Ambil Semua Cowok Korea!
Bukan hanya Jule, beberapa artis hingga musisi ikut terseret dalam perang antara Knetz dan SEAblings ini.
Misalnya Baskara Mahendra yang dibully knetz karena disebut tak lebih ganteng dari aktor Korea Selatan.
Ada juga girl group NoNa yang disebut tak modal dalam membuat video klip oleh Knetz.
![Jule mengungkap alasannya melepas hijab. [YouTube Bigmo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/27/11058-julia-prastini-alias-jule.jpg)
Awal mula war Knetz dan SEAblings
Istilah "War Knetz vs SEAblings" yakni Netizen Korea Selatan melawan Netizen Asia Tenggara sebenarnya bukan satu kejadian tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai gesekan budaya yang sering meledak di media sosial terutama TikTok, X/Twitter, dan Instagram.
Istilah SEAblings muncul sebagai bentuk solidaritas. Netizen dari Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam menyadari bahwa mereka punya kekuatan jumlah (massanya sangat besar) untuk melakukan counter-attack di media sosial.
Pemicu perseteruan ini dilaporkan terjadi di Malaysia saat diselenggarakannya konser musik K-Pop, yakni grup DAY6 yang merupakan band asal Korea Selatan.
Sejumlah fansite asal Korea Selatan diduga melanggar aturan konser dengan membawa peralatan kamera profesional dan lensa tele yang dilarang oleh promotor.
Knetz yang melihat para fansite dari negara asalnya ditegur, ikut membela dan mencaci warga Asia Tenggara dengan komentar yang menjurus rasisme.
Tindakan tidak menyenangkan ini tidak hanya ditujukan kepada Malaysia, tetapi juga meluas ke seluruh kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Situasi semakin memanas ketika beberapa akun Knetz membalas dengan ujaran kebencian, menyebut netizen Asia Tenggara "miskin", "berkulit gelap", dan menggunakan perbandingan hewan.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah