Diketahui wisata kebugaran dalam ekonomi global memberikan kontribusi yang tinggi, tercatat terjadi kenaikan dari 4,2 triliun dolar AS di tahun 2017, menjadi 4,5 triliun dolar AS di tahun 2019. Wisata kebugaran diperkirakan meningkat di tahun 2022 dengan rata rata pertumbuhan 7,5 persen per tahun dan ini sekitar 18 persen dari total pariwisata global.
“Momentum ini akan terus berlanjut dan masyarakat global semakin sadar tentang pentingnya kesehatan mereka dan pariwisata kesehatan akan bernilai 1 triliun AS dolar dalam waktu tidak terlalu lama. Karenanya wisata kesehatan harus terus dikembangkan dengan pengelolaan yang profesional setelah itu perlu dipromosikan secara luas baik dari turis domestik maupun turis mancanegara yang tentunya akan semakin meminati wisata kesehatan di Indonesia,” ujar Airlangga.
Sementara itu Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menyampaikan rasa syukurnya karena Solo menjadi tuan rumah dalam perhelatan IWTCF 2022. Hal ini memberikan dampak yang besar terhadap keberlangsungan ekonomi di Solo. Terbukti dengan okupansi rate hotel yang menembus 100 persen.
“Saya berharap acara ini menjadi batu loncatan bagi UKM kita dan produk kesejahteraan kita seperti jamu dan beksan mendapatkan pengakuan dan minat dari pasar global,” kata Gibran.
Turut hadir dalam IWTCF 2022 secara luring Sekretaris Utama/Sekretaris Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani; Wakil Ketua Komisi X, Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M; Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dr. Penny K. Lukito, MCP.
Hadir pula secara daring Acting Ambassador of South Africa to Indonesia, Inayet Hassan; Ambassador of Mexico to Indonesia: Armando G. Alvarez; Attache of the Embassy of the People's Republic of China to Indonesia, Li Chen; Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenkomarves, Odo RM Manuhutu; serta trainer IWTCF 2022.