Metro, Suara.com- Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pertamanan dan Kawasan Permukiman (DPKP) membangun Taman Rumah Wedana yang di sekitar obyek cagar budaya Rumah Asisten Wedana.
Kepala DPKP Metro, Syachri Ramadhan menjelaskan pembangunan taman dibagian samping Rumah Asisten Wedana ini menurutnya memiliki dua dimensi yakni bagaimana upaya-upaya untuk memajukan dan memanfatkan cagar budaya sekaligus mendorong lahirnya ruang-ruang publik.
"Seperti kita ketahui bersama rumah wedana ini merupakan salah satu saksi perjalanan sejarah Kota Metro yang harus terus dijaga sebagai upaya melestarikan memori kolektif warga dan kami berupaya berpartisipasi sesuai dengan Tupoksi DPKP"jelasnya Sabtu (28/8/2022).
Ia menambahkan kedepan bila dikelola serius dan bersama-sama maka wisata sejarah dan cagar budaya di Metro yang lokasinya saling berdekatan dapat dikembangkan dalam paket-paket wisata yang dapat ditawarkan.
Bangunan Rumah Asisten Wedana Metro merupakan bangunan rumah tinggal sekaligus pusat pemerintahan resmi Asisten Kawedanaan Metro. Bangunan ini didirikan sebagai bagian dari pembangunan pusat kota dari Kolonisasi Sukadana di Metro yang dimulai pada tahun 1935 sekaligus menjadi tempat kedudukan dari seorang Asisten Wedana Metro setelah dipisahkan dari induk desanya Trimurjo pada 9 Juni 1937.
Syachri juga berharap kehadiran taman ini akan dilanjutkan dengan partisipasi publik lewat pemanfaatan oleh komunitas-komunitas yang ada.
"Jadi tidak sekedar dibangun taman tapi juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai komunitas sebagai tempat kegiatan sehingga dapat dijaga secara bersama-sama,"ujarnya.
Terpisah, Heri S Widarto dari TACB Metro mengapresiasi keterlibatan DPKP Metro dalam ikut memajukan pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya yang ada di Kota Metro.
"Makin banyak OPD yang berkontribusi menandakan peningkatan kesadaran untuk bersama-sama ikut melestarikan dan memajukan cagar budaya yang ada di Kota Metro," ujarnya.
Baca Juga: Presidensi G20 Kenalkan Keanekaragaman Budaya Indonesia kepada Dunia
Heri menambahkan bahwa dalam satu tahun terakhir sejak kurun waktu 2021-2022 sudah tiga objek cagar budaya yang dimanfaatkan yakni Rumah Dokter yang menjadi Rumah Informasi Sejarah, Museum Mini Santa Maria dan kini Rumah Asisten Wedana.
"Menariknya pemanfaatan cagar budaya ini merupakan kombinasi antara partisipasi publik dan peran pemerintah, semoga hal ini mendorong terwujudnya visi kota yang berbudaya,"pungkasnya.