Metro, Suara.com- Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus meminta Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI untuk meningkatkan penyuluhan serta mempermudah perizinan berusaha, khususnya bagi usaha mikro.
Hal tersebut disampakannya dalam rapat dengar pendapat Komisi VI DPR RI dengan Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM RI, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (19/9/2022).
Menurutnya saat ini pengurusan perizinan berusaha melalui Online Single Submission (OSS) dinilai tidak mudah apalagi bagi pengusaha-pengusaha yang kurang paham mengenai teknologi.
"Saya terus terang, teman-teman di daerah pemilihan saya yang merasa dimudahkan juga ada, tapi memang biasa mereka yang literasi komputer dan literasi terkait pengisian formulir dan lain sebagainya dan kemampuan komputernya bagus, tapi majority dari pengusaha UMKM kita, apalagi mikro itu kan lemah ya pak," ujar Deddy.
Politisi PDI-Perjuangan tersebut menyarankan agar Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM RI dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk dapat mempermudah akses pengusaha yang ingin mengurus perizinan. Baik melalui pelayanan-pelayanan di kelurahan/kecamatan, hingga melakukan coaching (pelatihan) secara langsung kepada pengusaha.
“Kalau saya boleh saran , apakah mungkin tidak bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah, sehingga mungkin ada satu sentra, apakah itu di tingkat kabupaten atau kecamatan. Sehingga orang datang, hendak mencari informasi dan disuruh menyiapkan data informasi apa saja yang perlu mereka siapkan, kemudian ketika datang lagi bisa dibantu entry pak. Atau minimal ketika datang ke tempat itu, ada cara-cara yang sangat memudahkan mereka," kata Deddy kepada Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal.
Hal tersebut menurutnya agar Kementerian Investasi dapat mempercepat perizinan berusaha, khususnya bagi usaha mikro.
"Saya rasa hal-hal seperti ini harus diperhatikan pak, karena kalau menunggu proses yang biasa saya rasa enggak kelar-kelar pak. Saya kira yang paling penting itu coaching, kasih tempat kalau perlu kumpulin di GOR sudah didata oleh dinas, langsung di tempat pak, supaya speed up. Jangan hanya dengan cara-cara business as usual kalau mau cepat pak," pungkasnya.
Baca Juga: Ela Nuryamah Pertanyakan Ide Merger BPK, BPKP, dan Inspektorat Pada Calon Anggota BPK