Naskah Kuno Bantu Masyarakat Pahami Sejarah dan Sejarah

Metro

Rabu, 21 September 2022 | 08:04 WIB
Naskah Kuno Bantu Masyarakat Pahami Sejarah dan Sejarah
Ilustrasi naskah kuno. (Shutterstock)

Metro, Suara.com- Pelestarian naskah kuno sebagai hasil pemikiran para leluhur dalam membangun peradaban bangsa dapat membantu masyarakat  memahami rekam jejak budaya bangsa yang berisikan ragam budaya bernilai tinggi dan kejayaan masa lampau.

hal tersebut  disampaikan oleh Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando, saat memberikan sambutan pada kegiatan Ekspose Pelestarian Naskah Kuno Nusantara Tahun 2022 yang diselenggarakan secara hibrida, Senin (19/9/2022).

“Pengetahuan yang terkandung di dalam naskah kuno sangat penting dan dapat dipakai untuk memenangkan kehidupan,” ucapnya.

Syarif Bando juga mengatakan sebagai institusi peradaban yang menjadi simbol negara Republik Indonesia, perpustakaan mengemban tugas untuk menjelaskan kepada dunia tentang ragam ajaran mengenai tatanan sosial kehidupan masyarakat pada masa lampau.

“Tugas utama kita adalah bagaimana mengangkat nilai-nilai wisdom yang ada di dalam manuskrip,” jelasnya.

Perpusnas sendiri  telah membuat buku Pedoman/NSPK/Petunjuk Teknis tentang pelestarian naskah kuno yang dapat diakses pada laman Pusat Preservasi Bahan Pustaka Perpusnas. Buku-buku tersebut dapat diterapkan atau diaplikasikan oleh semua penyelenggara perpustakaan di daerah.

“Sehingga bagaimana cara melakukan pelestarian sudah bisa dilihat di sini. Selain buku, kita juga buatkan tutorial dalam bentuk video misalnya proses laminasi, menambal buku dan sebagainya,” ungkapnya.

Kegiatan Ekspose Pelestarian Naskah Kuno Nusantara Tahun 2022 merupakan salah satu upaya yang dilakukan Perpusnas dalam menyadarkan kita semua akan keberadaan naskah kuno sebagai dokumen sejarah peradaban bangsa Indonesia.

Adapun hasil pencapaian pelestarian naskah kuno yang telah dilakukan Perpusnas berjumlah 5.261 naskah daerah, terhitung tahun 2007 hingga 2022. Sementara untuk pelestarian informasi (isi) karya rekam antara lain kurasi digital sebanyak 1.000 judul, replikasi koleksi CD deposit sebanyak 1.000 keping, konversi dari format SWF ke Pdf sebanyak 2.001 keping, konversi dari microfilm ke digital sebanyak 793 roll, dan konversi alih media audio sebanyak 3.657 kaset.

baca juga

Kegiatan alih aksara dan alih bahasa naskah kuno dari tahun 1993 hingga 2021 terdiri dari alih aksara 188 naskah, alih bahasa 146 naskah, saduran 30 naskah, kajian 45 naskah, dan salin ulang 7 naskah.

Hasil pelestarian naskah kuno di Perpusnas total berjumlah 8.634 naskah, meliputi alih media naskah kuno (manuskrip) ke bentuk digital ada 3.886, konservasi preventif dengan kotak manuskrip ada 4.200, konservatif kuratif naskah kertas ada 273, dan konservatif kuratif naskah lontar ada 275.

Sementara itu Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Amich Alhumami di kesempatan yang sama juga berpendapat bahwa naskah kuno adalah bagian dari artefak pengetahuan yang terhimpun dalam dokumen kebudayaan. Dengan kata lain, naskah kuno adalah cerminan dari pencapaian tinggi karya kognitif sebuah bangsa.

“Himpunan naskah kuno itu mengandung ilmu pengetahuan yang sangat kaya dan sangat valid jika dikatakan bahwa sesungguhnya ini adalah bagian dari capaian pengetahuan tinggi sebuah bangsa,” kata Amich.

Dia juga menegaskan naskah kuno memiliki porsi yang sama pentingnya dengan isu pembangunan lain. Hal tersebut dikarenakan naskah kuno menjadi bagian yang sangat sentral dalam cakupan pembangunan kebudayaan.

Di sisi lain, Guru Besar Filolog FAH UIN Jakarta, Oman Fathurahman menjelaskan ekosistem dunia pernaskahan nusantara terdiri dari 7 (tujuh) aspek diantaranya (1) regulasi dan kebijakan, (2) pemilik manuskrip, (3) media publikasi, advokasi, (4) konservasi, restorasi, digitalisasi, (5) jejaring global, (6) database berbasis Big Data, dan (7) SDM unggul berkualifikasi. Ketujuh aspek tersebut harus berjalan beriringan agar pelestarian naskah dapat berjalan dengan baik dan maksimal.

“Jadi jangan berharap pelestarian naskah itu akan berhasil kalau ada satu mata rantai yang tidak berjalan.  Karena yang namanya ekosistem itu kan mata rantai, kalau satu saja lumpuh tidak akan bisa,” paparnya.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama Perpusnas, Ahmad Masykuri, menerangkan dalam upaya pelestarian naskah kuno, Perpusnas sudah melakukan kewajibannya sebagai pembina dan di dalam fungsinya sebagai pelestari naskah kuno untuk meningkatkan kecerdasan dan kebudayaan bangsa.

Menurutnya, alasan untuk melestarikan naskah kuno ada 8 (delapan) yakni (1) penyelamatan peradaban dan budaya bangsa, (2) keberadaan naskah kuno tersebar di masyarakat belum terdata dengan baik, (3) kondisi alam dan letak geografis, (4) kesadaran masyarakat untuk melestarikan naskah masih kurang, (5) pengetahuan dan keterampilan masyarakat dan pustakawan dalam melestarikan naskah belum memadai, (6) adanya tuntutan masyarakat ketersediaan koleksi naskah, (7) media penyimpanan informasi tentang naskah memiliki keterbatasan, dan (8) menjamin informasi yang tersimpan tetap bisa diakses sesuai perkembangan TIK dan kebutuhan kekinian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pameran Kampung Purba Ajak Pengunjung Jelajahi Kekayaan Sejarah Nusantara

Pameran Kampung Purba Ajak Pengunjung Jelajahi Kekayaan Sejarah Nusantara

Metro | Selasa, 20 September 2022 | 15:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×