Itet Tridjajati Sumarijanto : Saatnya Medical Record Dilibatkan dalam Penelitian Kesehatan

Metro

Kamis, 03 November 2022 | 14:52 WIB
Itet Tridjajati Sumarijanto : Saatnya Medical Record Dilibatkan dalam Penelitian Kesehatan
DPR

Metro, Suara.com-Anggota Komisi IX DPR RI Itet Tridjajati Sumarijanto mengapresiasi upaya pemerintah dalam melakukan penelitian kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA)/Acute Kidney Injury (AKI) pada anak-anak di Indonesia. Ia juga menyarankan agar para peneliti juga melibatkan medical record dalam penelitian yang dilakukan.  

Seeprti diketahui saat ini Kementerian Kesehatan RI beserta BPOM dan berbagai pihak tengah melakukan penelitian guna mencari penyebab melonjaknya kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA)/Acute Kidney Injury (AKI) pada anak-anak di Indonesia. 

“Kita lihat dari hulu, kenapa sampai kejadian ini? Tapi saya juga menyarankan tentang medical record itu sendiri karena mereka (Kemenkes dan BPOM) bicara perlunya data, penelitian, surveilans dan pencatatan. Dari mana (sumbernya)? Kalau kita berhubungan dengan kesehatan, ujung-ujungnya pasien,” ujar politisi PDI-P tersebut di Jakarta, Rabu (2/11/2022).

Politisi yang juga mantan Kepala Bagian Medical Record, RSCM itu menjelaskan bahwa medical record tak sekadar pencatatan namun dokumen lengkap yang berisikan perjalanan kesehatan pasien termasuk hasil-hasil penunjang diagnosa. Dijelaskannya selain sebagai penentu diagnosa, medical record juga dapat mendukung penelitian kesehatan.

“Sumber datanya harus dari pasien itu, nah pasien memberi (keterangan) tidak verbal dong karena yang namanya medical record itu dokumen yang berisi tentang penyakit pasien, perjalanannya, pemeriksaannya, saat diobservasi sampai final diagnosis. Dari perjalanannya ketika dia berobat baik poliklinik maupun perawatan itu ada sejarah, riwayat pasien dari dia mulai datang, keluhannya apa, dulu riwayatnya apa dan sebagainya,” jelas politisi yang juga pernah memimpin Medical Record Department di sebuah rumah sakit di Australia. 

Menurutnya pada kasus GGAPA yang melanda anak-anak di Indonesia, Itet menyangakan penelitian baru dilakukan setelah munculnya banyak kasus. Merujuk pada paparan Menkes pada Rapat Kerja Komisi IX dijelaskan bahwa data terkait menunjukan jumlah pasien meninggal mencapai 178 orang dari total 325 yang terkonfirmasi.

“Kan tadi dibilang, sebelum itu kan sudah kejadian. Apakah mereka menunggu kalau sudah terjadi yang kasusnya besar baru mereka melakukan penelitian. Harusnya setiap mortalitas, setiap kematian harus selalu diteliti kenapa penyebabnya. Bukan setelah banyak gini. Tapi kan mungkin mereka tidak punya medical record. Begitu lah akhirnya nabrak sini-nabrak sana karena tidak punya data yang terencana.” jelas Legislator Dapil Lampung II itu.

Itet juga menjelaskan bahwa medical record juga bisa digunakan dalam berbagai perencanaan yang berkaitan dengan layanan kesehatan seperti pengadaan obat-obatan untuk mengantisipasi wabah maupun kejadian seperti GGAPA ini. 

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPOM RI Sebut Kasus Gangguan Ginjal Akut Momen untuk Pertegas Sanksi Hukum Bagi Pelaku

BPOM RI Sebut Kasus Gangguan Ginjal Akut Momen untuk Pertegas Sanksi Hukum Bagi Pelaku

Purwokerto | Rabu, 02 November 2022 | 22:11 WIB

Terkini

PSSI Pastikan Stadion Pakansari Siap Jadi Markas Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

PSSI Pastikan Stadion Pakansari Siap Jadi Markas Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Bola | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:32 WIB

Sakit Hati Sering Dimarahi, Plencung Balas Dendam Curi Motor Pelanggan Bengkel Kakak Ipar

Sakit Hati Sering Dimarahi, Plencung Balas Dendam Curi Motor Pelanggan Bengkel Kakak Ipar

Lampung | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:31 WIB

Alasan Presiden Belarus Menginap di Istana Negara, Prabowo Ingin Beri Penghormatan Khusus

Alasan Presiden Belarus Menginap di Istana Negara, Prabowo Ingin Beri Penghormatan Khusus

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:30 WIB

Sinopsis Road to Success, Drama China Terbaru Esther Yu dan Chen Jing Ke

Sinopsis Road to Success, Drama China Terbaru Esther Yu dan Chen Jing Ke

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:30 WIB

Kisah Coco Berlanjut, Witch Hat Atelier Season 2 Akan Tayang di Crunchyroll

Kisah Coco Berlanjut, Witch Hat Atelier Season 2 Akan Tayang di Crunchyroll

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:25 WIB

'Saling Membersamai', Roy Suryo Hadiri Sidang dr Tifa Usai Praperadilannya Ditunda

'Saling Membersamai', Roy Suryo Hadiri Sidang dr Tifa Usai Praperadilannya Ditunda

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:21 WIB

Janji! Amerika Tidak Serang Iran Lagi

Janji! Amerika Tidak Serang Iran Lagi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:18 WIB

Link Resmi Recruitment Magang Pertamina 2026, Ada 400 Lowongan

Link Resmi Recruitment Magang Pertamina 2026, Ada 400 Lowongan

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:17 WIB

Siapa Saja 8 Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi?

Siapa Saja 8 Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi?

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:15 WIB

Bedah Data: Intip Kontrasnya Karakter Peminat Toyota Avanza vs Mitsubishi Xpander

Bedah Data: Intip Kontrasnya Karakter Peminat Toyota Avanza vs Mitsubishi Xpander

Otomotif | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:09 WIB

×