Metro, Suara.com- Forum Agama G20 atau yang disebut R20 beranjak ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah usai menggelar konferensi di Pulau Dewata Bali.
R20 diikuti 338 peserta, berasal dari 32 negara. Selain itu, sebanyak 124 berasal dari luar negeri. Forum ini juga menghadirkan 45 pembicara dari lima benua.
Agenda kunjungan R20 di Yogyakarta secara berurutan antara lain ke Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, Vihara Mendut, Candi Borobudur, Universitas Islam Indonesia (UII), dan Pondok Pesantren Pandanaran.
Juru Bicara R20 Muhammad Najib Azca yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelaskan bahwa selama di Yogyakarta dan Jawa Tengah, mereka mengunjungi situs-situs peninggalan sejarah, lembaga pendidikan, dan melihat serta memberikan pengalaman langsung keberagaman di Indonesia.
"Makan malam seluruh peserta R20 dilaksanakan di Kraton Yogya dan selanjutnya mengunjungi candi di seputaran Yogya dan Jateng," kata Najib Azca Sabtu (5/11/2022).
Najib Azca menyampaikan bahwa perjalanan budaya bagi rombongan R20 ini akan memberikan pengalaman secara langsung untuk melihat ragam budaya dan agama di Indonesia. Negara mayoritas muslim, di mana kehidupannya berlangsung dan berkembang dengan saling menghargai, sangat memberi ruang hidup yang terhormat kepada situs-situs dan komunitas non-muslim.
"Keberadaan Candi Prambanan yang sampai sekarang masih dirawat dengan sangat baik, bahkan sekarang sudah menjadi heritagenya UNESCO diperbolehkan untuk tempat ibadah. Begitu pula di Borobudur dan Candi Mendut yang masih aktif sebagai Candi umat Buddha," jelasnya.
Forum Agama G20 atau R20 digelar PBNU bersama Liga Muslim Dunia atau Muslim World League (MWL) di Nusa Dua, Bali, pada 2-3 November 2022. Selanjutnya, R20 yang menjadi engagement group G20, berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta.
Baca Juga: Hadiri Forum Agama R20 di Bali, Jusuf Kalla: Pentingnya Saling Menghormati Demi Menjaga Kedamaian