Metro, Suara.com- Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mendeklarasikan Pulau Nunukan dan Sebatik di Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai Pulau Sadar Zakat. Deklarasi ditandai dengan penandatangan prasasti di Gedung Aztrada 88, Sebatik Timur, Sabtu (5/11/22).
Kamaruddin mengatakan lewat penetapan dua pulau yang berada di perbatasan Indonesia-Malaysia sebagai Pulau Sadar Zakat ini diharapkan Kamaruddin dapat menginspirasi masyarakat Indonesia.
"Kami berharap ini akan menjadi inspirasi bagi negeri ini hingga dapat menjadi Gerakan Sadar Zakat Nasional," ujar Dirjen Kamarudin Amin yang didampingi Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor.
Deklarasi Pulau Sadar Zakat dilaksanakan dalam rangkaian Milad ke-3 Kampung Sadar Zakat Sebatik Timur (Sakti). Sebelumnya, Kampung Sadar Zakat yang beroperasi di bawah naungan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) KUA Sakti resmi berdiri sejak 2019.
Selama tiga tahun beroperasi, Kampung Sadar Zakat Sebatik Timur telah berhasil menghimpun dan menyalurkan dana zakat hingga 1 miliar rupiah. Meski hanya beroperasi di kecamatan kecil di perbatasan Indonesia-Malaysia, kinerja seluruh pengurus Kampung Sadar Zakat Sakti layak diapresiasi.
Mulanya, capaian zakat, infak, dan sedekah di Kecamatan Sakti terbilang lesu. Di tahun pertama pembentukan UPZ pada 2018, dalam setahun hanya terkumpul 43 juta rupiah.
Setahun kemudian, Penyuluh Agama Islam KUA Sakti, Salmiah, mengusulkan sebuah terobosan. Penyuluh non-PNS itu berani menginisiasi Kampung Sadar Zakat.
"Alhamdulillah hingga Oktober 2022 sudah terhimpun sekitar Rp 1.475.000.000,- (Satu miliar empat ratus tujuh puluh lima juta rupiah). Ini berkat dukungan semua pihak, baik pejabat Kemenag Pusat, Provinsi, Kabupaten, dan Kecamatan, juga atas dukungan penuh Pemerintah Daerah terutama Kecamatan," kata Salmiah.
Atas inovasinya itu, Salmiah berhasil menjuarai kompetisi Penyuluh Teladan kategori non-PNS mulai dari tingkat Kabupaten Nunukan, Provinsi Kaltara, dan Nasional. "Saat ikut kompetisi Penyuluh Teladan tingkat Nasional tahun 2021 tidak berniat mendapatkan juara, yang penting program kami bermanfaat bagi masyarakat dan diketahui masyarakat Indonesia," tutur Salmiah.
Baca Juga: Baznas Bandar Lampung Kumpulkan Dana Zakat Rp 1,9 Miliar
"Alhamdulillah mendapat juara 2 tingkat nasional, tentu ini menjadi anugerah besar dari Allah berkat bantuan semua," sambung Salmiah yang juga terpilih sebagai Agent of Change Ekonomi Syariah tahun 2021 di Sebatik Timur.
Lebih lanjut, M. Saleh mengungkapkan, Kampung Sadar Zakat Sakti juga secara rutin memberikan bantuan kepada masyarakat. Tim yang dikomandoi KUA dan Penyuluh Agama Islam KUA Sakti secara cepat merespons kebutuhan masyarakat.
"Jika ada laporan warga sakit dan butuh bantuan, tim bergerak cepat melakukan pengecekan. Tak jarang perwakilan dari KUA dan Kecamatan ikut mendampingi proses pengobatan ke Rumah Sakit di Nunukan atau Tarakan," imbuh Saleh.
Berbagai capaian Kampung Sadar Zakat Sebatik Timur ini diharapkan M.Saleh dapat menginspirasi pengelolaan Pulau Sadar Zakat Nunukan dan Sebatik.
"Pulau Sadar Zakat diharapkan dapat menyamai capaian Kampung Sadar Sebatik Timur, bahkan mestinya bisa lebih tinggi lagi," ujar Saleh.