Rumah Asisten Wedana dan Metro Sambatan Hub

Metro

Kamis, 29 Desember 2022 | 06:36 WIB
Rumah Asisten Wedana dan Metro Sambatan Hub
Pra Desain halaman Rumah Asisten Wedana Metro (Andi)

Seringkali kita mendengar digaungkannya istilah-istilah keren seperti kolaboratif,penta helix dan berbagai istilah asing lainnya.Penggunaan istilah-istilah asing ini seakan mengesankan kemodernan dan ilmiah.

Ironisnya di banyak tempat hal tersebut masih sebatas jargon yang belum tercermin dalam praktik pemerintahan.Padahal inti dari semua istilah tersebut adalah gotong-royong yang merupakan nilai,karakter dan jati diri Bangsa Indonesia.

Seringkali juga kita justru lebih bangga menggunakan istilah-istilah asing untuk memberikan kesan ilmiah,terdidik,modern tanpa berusaha memahami hakikat dari istilah-istilah tersebut.

Metro Sambatan Hub
Sambatan berasal dari istilah lokal dalam bahasa Jawa yang berarti gotong-royong dan hub dimaknai sebagai pusat. Secara sederhana Metro Sambatan Hub (MSH) adalah pusat  gotong-royong dimana semua orang bisa berperan,berbagi dan pada akhirnya ikut merasa memiliki.

Metro Sambatan Hub adalah cara bekerja menghadirkan revitalisasi cagar budaya yang belum terlalu diperhatikan baik dari segi kebijakan apalagi anggaran meski hal tersebut telah menjadi salah satu program prioritas.

Penggunaan istilah Metro Sambatan Hub ini sendiri berangkat dari kesadaran akan keterbatasan dibanding terbebani dengan penggunaan istilah-istilah keren seperti creative hub,co working space,penta helix,hexa helix dan lain sebagainya.

Lewat Metro Sambatan Hub setiap orang dapat mengambil peran,dapat berbagi apa yang dimiliki dan pada gilirannya punya rasa memiliki dan terkoneksi satu sama lainnya. Ada arsitek yang menyumbangkan kemampuannya,sejarawan yang membantu mencarikan arsip-arsip sejarah,politisi yang  terlibat,dokter, akademisi yang menghubungkan berbagai pihak,warga biasa hingga sektor perbankan dan dunia usaha.

Sederhananya adalah dari Doktor hingga lulusan SD,dari pejabat hingga rakyat dapat bekerja bersama sesuai porsinya. Tanpa disadari konektifitas baik langsung maupun tak langsung ini membentuk satu mimpi dan terkolaborasikan tanpa harus mengenal satu sama lainnya. Ya istilahnya terkoneksi secara virtual dalam ruang yang nyata.

Nilai gotong-royong hadir untuk mengabungkan mimpi dan dieksekusi lewat kerja bersama merealisasikan mimpi agar tak jadi halusinasi.Tentu semuanya tanpa perlu tergesa-gesa dikejar dateline anggaran,laporan,administrasi atau bahkan setoran jikalau ada.

baca juga

Bila menggunakan istilah yang sering digaungkan yakni kolaborasi maka hal tersebut tercermin dalam praktik dimana semua orang dapat terlibat didalamnya.Demikian juga dengan penta helix yang digaungkan tercermin secara nyata dari berbagai kontribusi dari berbagai elemen masyarakat. Karena namanya saja sambatan tentu tidak memiliki sekretariat yang berisi meja,kursi apalagi plang nama.

Kolaborasi yang sering digaungkan bukanlah teks-teks mati dalam kertas dan pidato. Lewat gotong-royong warga tidak lagi menjadi objek, melainkan subjek dan mitra dalam bekerja bersama membangun kota. Kota yang berbudaya sebagai salah satu visi kota salah satunya tergambar dalam karakter gotong-royong sebagai nilai. Di dalam kerja sambatan jikalau kurang anggaran tentu itu adalah hal biasa dan tidak menjadi hambatan karena kurang anggaran bisa dicari dibanding kurang akal justru lebih menyusahkan.

Lewat Metro Sambatan Hub berbagai pihak berusaha menghadirkan kembali jiwa yang hilang. Lewat gotong-royong, revitalisasi rumah asisten wedana yang sebagaimana diberitakan oleh koran-koran Belanda menjadi ruang berbagai aktifitas publik pada masa awal terbentuknya Kota Metro. Kata publik tentu tidak terbatas hanya pada mereka yang kreatif saja melainkan warga secara keseluruhan.

Hingga saat ini sejumlah warga,instansi baik Perbankan maupun swasta telah berkomitmen untuk ikut mengambil peran.Demikian juga dengan dunia usaha dan sektor perbankan serta sejumlah OPD berpikiran maju berslogan berikan yang terbaik meski untung sedikit telah berkomitmen untuk ikut melibatkan diri dalam revitalisasi cagar budaya.

Sadar akan keterbatasan baik sumber daya maupun anggaran Metro Sambatan Hub tentu tidak sanggup untuk menggelar studi tiru,riset-riset, expose,seminar di hotel-hotel,membuat website,video,hingga menghadirkan keriuhan acara peluncuran.

Meski demikian dengan niat,kerja keras, pengetahuan,pengalaman masing-masing serta semangat gotong-royong mulai dari doktor hingga kuli bangunan akan mengambil perannya masing-masing karena mereka sadar bahwa kota ini adalah tanggung jawab bersama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Metro Creative Hub : Mimpi Tanpa Kompetensi yang Berakhir Halusinasi

Metro Creative Hub : Mimpi Tanpa Kompetensi yang Berakhir Halusinasi

Metro | Selasa, 27 Desember 2022 | 19:35 WIB

Terkini

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:36 WIB

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:30 WIB

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai

Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:46 WIB

HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut

HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:40 WIB

Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam

Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi

Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:30 WIB

×