Bahkan, Ary Satria, adik Ferry Irawan, mengklaim sikap sang kakak sewaktu masih tinggal di rumah Venna Melinda justru menunjukkan rasa cintanya kepada sang istri.
Karena itulah, Ary Satria tak menyangka kini ada kasus KDRT yang dilakukan Ferry Irawan kepada Venna Melinda hingga masuk ke ranah hukum.
Saat menggelar jumpa pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (21/1) akhir pekan lalu, Ary Satria mengakui awalnya tak percaya Ferry Irawan melakukan KDRT.
“Saya sedih dan sebetulnya tidak percaya sebelum ada klarifikasi yang sejelas-jelasnya. Sebab saya tahu abang itu bagaimana, rumah tangga mereka seperti apa,” kata Ary Satria.
Ary Satria mengklaim, rumah tangga Ferry Irawan dan Venna Melinda terbilang harmonis dan saling menyayangi.
“Mereka berdua itu sebenarnya saling sayang. Sewaktu saya ke rumahnya, Bang Ferry selalu membantu Kak Venna, meringankan pekerjaan rumah begitu,” kata dia.
Ary mengatakan, selama abangnya tinggal di rumah Venna Melinda, sering menyapu, menjemur pakaian, dan mengepel lantai.
“Juga mencuci piring, membuang sampah. Saya lihat dengan mata kepala saya sendiri,” kata Ary Satria.
Untuk diketahui, awal mula Ferry Irawan melakukan penganiayaan terhadap Venna Melinda adalah adanya cekcok saat keduanya menginap di hotel Kota Kediri, Jawa Timur.
Saat itu, Ferry Irawan menghalang-halangi Venna Melinda berangkat kerja. Dia juga mengancam akan meninggalkan sang istri.
Tak hanya itu, Ferry Irawan juga murka karena ajakannya berhubungan badan ditolak Venna Melinda.
Sebabnya, Venna Melinda lelah setelah melakukan perjalanan darat ke Kediri untuk bekerja. Selain itu, penyakit asam lambungnya juga tengah kambuh.
Akibat dianiaya Ferry Irawan, wajah Venna Melinda berlumuran darah dan tulang rusuknya patah.