Sosok TikToker Sultan Akhyar terus mendulang sensasi. Kali ini akibat beredarnya potongan video kala dirinya ogah disebut sedang mengemis online.
Sebagai pengingat, Sultan Akhyar dikritik habis-habisan karena dianggap mengeksploitasi kaum lansia untuk membuat siaran langsung berupa acara mandi lumpur di TikTok. Nantinya penonton siaran tersebut diminta untuk memberi hadiah alias gift yang dapat diuangkan.
Namun dalam video yang dilihat di akun Instagram @tante.rempong.official tersebut terlihat pengakuan Sultan yang ogah bila disebut mengemis online. Sultan mengaku memerlukan modal untuk siaran langsung tersebut.
"Kita tidak takut dibilang mengemis online atau apa, kita punya modal soalnya. Kita pakai modal lho," tegas Sultan, dikutip pada Sabtu (28/1/2023).
"Dari handphone, dari kuota, dari modal kita buat kolam, jadi nggak sembarang orang bisa buat. Terus dari pemikiran yang banyak, (harus) akting sedikit supaya menarik perhatian banyak netizen, supaya lebih banyak penonton sih tujuan utamanya," ungkapnya melanjutkan.
Mirisnya lagi, salah seorang nenek-nenek yang menjadi "bintang" di siaran langsung tersebut mengaku rela melakukannya demi mendapat uang.
"Karena tidak punya uang, tidak punya sawah. Sekali main Rp1 juta sudah dapat, tapi utang saya banyak," tutur salah seorang wanita lansia tersebut.
Pengakuan ini bukan satu-satunya hal sensasional yang dilakukan Sultan Akhyar. Sebelumnya Sultan juga sempat viral karena mengaku cuma dapat lelah jauh-jauh memenuhi undangan stasiun televisi dari Lombok ke Jakarta.
Bukan hanya itu, Sultan juga sempat menyenggol pengusaha Jhon LBF yang hanya menawarkannya pekerjaan dengan gaji Rp6 juta sebulan alih-alih memberikan uang Rp200 juta sesuai permintaannya.
Baca Juga: Stasiun Manggarai Megah Tapi Selalu Sesak, Warganet Mencak-mencak
"(Makanya) Saya mau minta sama Mas Raffi Ahmad aja, yang lebih berduit daripada Mas Jhon. Sorry Mas Jhon. Senggol dong Bang Raffi, yang lebih kaya, senggol dong kami di sini. Kami membutuhkan Mas Raffi yang super kaya," tutur Sultan dalam videonya.