Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll mengkritik program pemusatan latihan (TC) yang diterapkan pelatih Timnas Indonesia U-20, Shin Tae-yong.
"Bagi saya, pemain-pemain Timnas Indonesia U-20 itu harus bermain di Liga 1. Jadi, mereka mempunyai sebuah kompetisi," kata Thomas Doll, di Jakarta, baru-baru ini.
Thomas Doll bahkan menyayangkan TC jangka panjang Timnas Indonesia U-20. Sebab menurutnya TC itu tidak memberikan dampak besar untuk perkembangan pemain.
"Semua pemain Timnas Indonesia U-20 itu membutuhkan sebuah kompetisi. Saya merasa STY tidak paham soal ini," kata Thomas Doll.
Lebih jauh, Ia menilai, pemain muda harus banyak mendapatkan jam terbang untuk bermain.
![Thomas Doll, Shin Tae-yong [Suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/02/03/1-thomas-doll-shin-tae-yong.jpg)
Dengan bermain di kompetisi, para pemain bisa mendapatkan pengalaman berharga yang tidak didapat dalam latihan.
"Menurut saya (kompetisi) itu adalah level permainan yang sangat bagus. Sebab, mereka juga bermain di hadapan 40-50 ribu penonton. Ini kompetisi, bukan latihan saja. Kalau TC, itu hanya latihan, latihan, dan latihan tanpa ada rasa kompetisi," tegas Thomas Doll.
Diketahui pelatih Shin Tae-yong akan menggelar TC Timnas Indonesia U-20 jelang Piala Asia U-20 2023 pada 1-18 Maret 2023.
Jelang turun di turnamen dua tahunan itu, Shin Tae-yong memanggil 30 nama. Dari 30 nama tersebut, sembilan di antaranya merupakan personel Persija Jakarta.
Baca Juga: Terancam Dipenjara Seumur Hidup, Putri Ferdy Sambo Koar-koar: Papa Ada Kebutuhan Khusus
Hal inilah yang membuat pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll merasa keberatan jika seluruh pemainnya dipanggil untuk mengikuti TC.