Sidang vonis kasus pembunuhan berencana Brigadir J akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Diketahui nasib kelima terdakwa pembunuh Nofriansyah Yosua Hutabarat akan ditentukan dalam kesempatan tersebut, salah satunya Ferdy Sambo.
Sambo yang disebut-sebut sebagai otak pembunuhan dituntut hukuman penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Namun hal ini banyak dikritik karena setingkat lebih rendah dari tuntutan maksimal, yakni hukuman mati.
Hal ini memunculkan dugaan bahwa ada gerakan bawah tanah hingga jenderal yang menjadi backing untuk menyelamatkan Sambo dari hukuman mati.
Bahkan menurut kanal YouTube NEWS ON TIME, terungkap bahwa sosok backingan Sambo tidak main-main yakni Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
"AKHIRNYA SEMUA TERUNGKAP! Ternyata Selama Ini Ferdy Sambo Dibeking Jenderal Listyo," seperti itulah judul video unggahan kanal YouTube NEWS ON TIME, dikutip pada Rabu (8/2/2023).
Sementara di bagian thumbnail-nya tampak foto Kapolri bersama mantan Kadiv Propam Polri tersebut. Sosok Sambo di thumbnail foto juga terlihat berada di ruang sidang sambil membawa buku hitam yang disebut-sebut berisi banyak rahasia.
"BREAKING NEWS. Akhirnya Sambo Blak-blakan. Ternyata Selama Ini Jenderal Listio Adalah Bekingan Ferdy Sambo," tulis pemilik video di thumbnail.
Hingga artikel ini ditulis pada Rabu (8/2/2023), video tersebut telah ditonton lebih dari 11 ribu kali. Namun seperti apakah kebenarannya?
PENJELASAN
Baca Juga: Selidiki Keracunan Makanan Ratusan Mahasiswa UB, Polres Malang Ambil Sampel dari TKP
Setelah didengarkan untuk cek fakta, video tersebut ternyata hanya menampilkan asumsi kreatornya mengenai kasus Sambo alih-alih informasi kredibel soal sosok backingan suami Putri Candrawathi tersebut.
Seperti pemilik video yang mencantumkan penerawangan ahli tarot Denny Darko soal sosok yang berada di balik Sambo. Rupanya Denny menduga ada sosok hebat yang membuat penyelesaian kasus hukum Sambo tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Isu Kapolri sebagai backingan Sambo baru muncul menjelang akhir video, tetapi pemilik video mengaku mendengarnya dari sebuah kanal YouTube yang tidak bisa dipastikan kredibilitasnya.
Karena itulah pemilik video kemudian juga menyimpulkan bahwa klaim Kapolri menjadi backingan Sambo adalah hal yang salah atau hoaks.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa video berdurasi 3 menit 23 detik itu menampilkan informasi yang salah.