Nama Gita Savitri tengah menjadi pembahasan hangat warganet usai ucapannya soal childfree atau tak ingin memiliki anak, mampu membuat influencer itu bisa tampak awet muda.
Setelah huru hara tersebut, Gita dan sang suami, Paul Partohap, lalu melakukan live di Instagram. Pasangan suami istri itu kemudian membahas mengenai pernyataannya yang menjadi omongan warganet.
Di tengah-tengah siaran langsungnya itu, warganet menilai Gita memaknai anak sebagai beban.
"Seolah anak itu membawa beban gitu ya bagi mereka," tutur Gita Savitri membacakan komentar warganet dalam live Instagramnya dikutip pada Rabu, 8 Februari 2023.
Tak ragu, Gita secara blak-blakan memang memiliki pandangan tersebut. Namun, Gita menegaskan bahwa penafsiran mengenai memiliki anak baik dirinya atau warganet tidak ada yang salah.
"Iya buat gue beban, buat lo kan bukan tapi buat gue beban makanya gua nggak mau dan nggak salah buat itu," jawab Gita Savitri.
Gita kemudian lanjut membacakan komentar-komentar warganet yang menyebut dirinya adalah sosok perempuan bermulut sampah, sementara di sisi lain Paul dipuji-puji.
"Suaminya baik, ini cewe mulutnya sampah-sampah mulu," ucap warganet.
"Iya kamu nggak pantes buat kesan Gita baik. Kalo kamu mikir Gita sampah, pemikiran aku juga tergantung dengan kamu," pungkas Gita.
Baca Juga: 3 Pemain Tajikistan yang Kudu Diwaspadai Timnas Indonesia di FIFA Matchday, Termasuk Eks Persebaya
Unggahan itu kemudian dibanjiri komentar netizen. Banyak dari mereka menyoroti reaksi suami Gita Savitri yang bahkan sampai menyentil nasib marga Batak milik Paul.
"Paul keren sih," tutur warganet.
"Kuat-kuat ya Paul," ujar netizen lain.
"Paul, sehat selalu yaa," tambah lainnya.
"Tapi kamu orang Batak, siapa yang teruskan marga kamu?" tanya warganet.
Sebagai informasi, Gita sendiri menikah dengan Paul Andreas Partohap yang juga seorang kreator konten pada 2018.
Pilihan Gita untuk childfree pun sudah didiskusikan dengan Paul. Keduanya saling terbuka, baik soal alasan untuk memiliki anak maupun beban tanggung jawab mereka. Dari situlah mereka pun bersepakat menjalani hidup berdua saja.
“Konsep bahagiaku adalah cukup akhirnya aku bersama dengan Gita. Sejak bersama Gita, aku enggak pernah kepikiran menggantungkan kebahagianku dengan punya keturunan ataupun dengan materi,” ujar Paul.
Paul mengaku tidak secepat dan semulus Gita dalam mengabarkan ke orangtuanya mengenai keputusan itu. Berasal dari suku Batak dan merupakan anak pertama, Paul mengaku tuntutan memiliki keturunan cukup besar.
Ibunya pun sangat berharap Paul dan Gita memiliki satu anak demi meneruskan marga. Meski sulit, Paul mengaku secara perlahan bisa membuat ibunya menerima keputusannya dan Gita.