- Agus Salim, korban penyiraman air keras awal September 2024 di Jakarta, kini mengalami kebutaan dan ditinggal istrinya.
- Kasusnya viral karena bantuan aktivis Pratiwi Noviyanthi menggalang dana sekitar Rp1,5 miliar untuk pengobatan.
- Konflik muncul akibat dugaan penyalahgunaan donasi, yang berujung Agus melaporkan Novi atas pencemaran nama baik.
Suara.com - Masih ingat dengan Agus Salim, lelaki yang disiram air keras dan viral karena kontroversi donasi?
Kini nasib Agus Salim semakin memilukan. Selain karena kondisi kedua matanya yang tak bisa melihat lagi dan tak mengalami perbaikan, Agus juga kini telah ditinggal istri tercintanya, Elmi Nurmala.
Hal itu disampaikan Agus Salim sendiri saat melakukan siaran langsung di sebuah aplikasi live.
Sambil bersedih, Agus mengakui kini ditinggal Elmi dan hanya hidup seorang diri.
"Iya kabur dia, kabur istrinya Bang Agus," kata Agus Salim, yang videonya kini diunggah sejumlah akun Instagram gosip.
Agus kemudian sedikit mengenang ketika masih bersama dengan Elmi.
"Biasanya kami selalu bersama, selalu berdua. Makan disuapin, kini aku sendiri, sendiri lagi," ujar Agus sambil bernyanyi pilu.
Menarik ke belakang, kasus Agus Salim ramai terjadi pada awal September 2024 di Cengkareng, Jakarta Barat.
Agus Salim, yang bekerja di sebuah kafe, disiram air keras oleh rekan kerjanya yang berinisial Aji.
Akibat serangan tersebut, Agus mengalami luka bakar parah di wajah dan tubuhnya, yang menyebabkan ia kehilangan penglihatannya (buta).
Pelaku (Aji) mengaku merasa sakit hati dan dendam karena sering ditegur oleh Agus terkait pekerjaan.
Aji merasa kata-kata Agus terlalu kasar dan menyakitkan, sehingga ia merencanakan serangan tersebut menggunakan air keras yang dibelinya secara daring.

Kasus ini menjadi viral setelah YouTuber dan aktivis sosial Pratiwi Noviyanthi (Teh Novi) membantu memviralkan kisah Agus untuk menggalang dana pengobatan.
Melalui bantuan Novi dan simpati netizen, terkumpul donasi yang sangat besar, mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Masalah mulai muncul ketika Novi menemukan adanya dugaan penyalahgunaan uang donasi.
Novi menemukan bahwa uang donasi tidak sepenuhnya digunakan untuk pengobatan medis. Sebagian uang diduga digunakan untuk membayar utang keluarga Agus dan dibagikan ke kerabat.