Operasi HAARP Disebut-sebut Sebagai Pemicu Gempa Turki dan Timbulkan Kilat Petir, Benarkah?

Metro | Suara.com

Kamis, 09 Februari 2023 | 11:13 WIB
Operasi HAARP Disebut-sebut Sebagai Pemicu Gempa Turki dan Timbulkan Kilat Petir, Benarkah?
Gempa bumi Turki serta Suriah ([AFP].)

Banyak kalangan di Twitter menyebutkan gempa Turki bagian dari operasi intelijen berbasis teknologi bernama HAARP.

Gempa Turki yang mengguncang negeri itu serta negara tetangganya, Suriah masih menempati trend berita dunia terkini. Salah satunya karena besaran magnitudo mencapai 7,8 menjadi yang terbesar di negara itu, setelah kejadian pada 1939 dengan skala kurang-lebih sama.

Pembuktian ilmiah menyatakan bahwa pemicu gempa adalah lokasi Turki di zonasi gempa aktif, yaitu patahan Anatolia Timur dengan tumbukan lempeng benua Eropa dan Asia.

Sementara di media sosial, bergulir kabar lain tentang penyebab gempa bumi Turki dan mencapai Suriah itu. Yaitu sebuah teori konspirasi

Gempa berkekuatan magnitudo 7.8 yang mengguncang wilayah Turki dan Suriah telah menewaskan tak kurang dari 12 ribu jiwa. Termasuk dari informasi terkini ada dua orang WNI jadi korban meninggal.

Beberapa hari usai gempa terjadi, berbagai informasi berseliweran di media sosial. Ada yang menyebut gempa tersebut telah diprediksi tiga hari sebelum kejadian, bahkan empat bulan sebelumnya. Meski pada dasarnya belum ada teknologi yang bisa memprediksi terjadinya gempa.

Bahkan, ada pula yang menyebut dan mengaitkan dengan teori konspirasi, yang melibatkan operasi intelijen berbasis teknologi yakni HAARP. Singkatan dari High Frequency Active Auroral Research Program.

Dikutip dari kanal News Suara.com,  gempa dahsyat di Turki dan Suriah yang korbannya tembus 12 juta jiwa, termasuk dua di antaranya Warga Negara Indonesia atau WNI itu dicuitkan di media sosial Twitter sebagai  hasil rekayasa atau buatan manusia.

HAARP adalah sebuah lembaga penelitian atau riset tentang ionosfer yang didukung militer Amerika Serikat dan Universitas Alaska.

Salah satu perangkat terpenting dari riset ini adalah Ionospheric Research Instrument atau IRI yang berlokasi di Alaska. Perangkat ini terdiri dari 180 antena radio yang bisa mentransmisikan gelombang radio frekuensi tinggi ke atmosfer.

Para ilmuwan mengamati reaksi yang terjadi di ionosfer akibat paparan gelombang frekuensi tinggi itu. Reaksi ini mirip dengan proses paparan badai Matahari yang memunculkan Aurora Borealis (di Belahan Bumi Utara) atau Aurora Australis (di Belahan Bumi Selatan). Karena itu eksperimen tadi disebut aurora buatan, namun dalam skala lebih kecil.

Sebagai bukti, teori rekayasa ini di Twitter diunggah berupa video yang berisikan terjadinya kilat atau lightning di angkasa. Bahkan disebutkan sudah terjadi sekira tiga hari sebelum gempa.

Akan tetapi sambaran kilat atau petir menjelang gempa Turki itu telah dipatahkan para pakar. Diduga lightning yang terjadi adalah fenomena earthquake lights atau EQL. Para pakar geofisika sejak lama telah mengenal fenomena ini.

Kilat atau petir saat gempa besar bisa terjadi akibat muatan listrik yang dihasilkan beberapa jenis batuan yang bereaksi saat terjadinya aktivitas seismik. Batu basalt dan gabro diketahui bisa melepaskan listrik ke udara.

Teori ini salah satunya diyakini Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

"Fenomena pencahayaan (lightning) saat pelepasan energi gempa satu hal yang sangat lazim terjadi di berbagai tempat di muka bumi, itu aktivitas gelombang elektrimagnetic," jelas Daryono di Twitter, membantah soal HAARP.

Aktivita EQL saat gempa ini pernah terekam terjadi saat Gempa Meksiko (2017) yang berkekuatan 8,1. Juga gempa Quebec (1988), gempa Pisco di Peru (2007), serta dan gempa L'Aquila di Italia (2009).

Penjelasan lain soal sambaran kilat itu terkait dengan infrastruktur kelistrikan. Diduga saat terjadi gempa, tiang listrik tumbang dan rusak sehingga memicu percikan listrik mirip petir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jumlah Korban Gempa Turki Mencapai 12 Ribu, Seperempat dari Negara Tetangga, Suriah

Jumlah Korban Gempa Turki Mencapai 12 Ribu, Seperempat dari Negara Tetangga, Suriah

| Kamis, 09 Februari 2023 | 08:25 WIB

Gempa Bumi Turki, Bursa Saham Nasional Tutup Lima Hari dan Batalkan  Semua Perdagangan

Gempa Bumi Turki, Bursa Saham Nasional Tutup Lima Hari dan Batalkan Semua Perdagangan

| Kamis, 09 Februari 2023 | 07:27 WIB

Pemain Sepak Bola Christian Atsu Berhasil Dibebaskan dari Tumpukan Puing Gempa Bumi Turki

Pemain Sepak Bola Christian Atsu Berhasil Dibebaskan dari Tumpukan Puing Gempa Bumi Turki

| Selasa, 07 Februari 2023 | 19:49 WIB

Gempa Bumi Turki, Pemain Sepak Bola Christian Atsu yang Pernah Perkuat Newcastle United dan Everton Dinyatakan Belum Ketemu

Gempa Bumi Turki, Pemain Sepak Bola Christian Atsu yang Pernah Perkuat Newcastle United dan Everton Dinyatakan Belum Ketemu

| Selasa, 07 Februari 2023 | 09:20 WIB

10 Fakta Menarik Tentang Aurora Borealis, Jadi Fenomena Alam yang Sangat Indah

10 Fakta Menarik Tentang Aurora Borealis, Jadi Fenomena Alam yang Sangat Indah

Lifestyle | Rabu, 29 Juni 2022 | 14:05 WIB

Massa FPI Reborn Dukung Anies Jadi Capres, Ketum DPP FPI: Ada Operasi Intelijen Hitam, Mainkan Isu Islamofobia

Massa FPI Reborn Dukung Anies Jadi Capres, Ketum DPP FPI: Ada Operasi Intelijen Hitam, Mainkan Isu Islamofobia

News | Senin, 06 Juni 2022 | 19:29 WIB

Terkini

5 Parfum Lokal Aroma Green Tea yang Segar, Menenangkan dan Bikin Mood Naik

5 Parfum Lokal Aroma Green Tea yang Segar, Menenangkan dan Bikin Mood Naik

Lifestyle | Senin, 11 Mei 2026 | 12:38 WIB

Jadi Rival di Piala Asia 2027, Eks Pelatih Real Madrid: Timnas Indonesia Telah Berkembang

Jadi Rival di Piala Asia 2027, Eks Pelatih Real Madrid: Timnas Indonesia Telah Berkembang

Bola | Senin, 11 Mei 2026 | 12:37 WIB

Gubernur Khofifah dan Kepala BRIN Perkuat Kolaborasi Riset dan Hilirisasi Inovasi

Gubernur Khofifah dan Kepala BRIN Perkuat Kolaborasi Riset dan Hilirisasi Inovasi

Jatim | Senin, 11 Mei 2026 | 12:36 WIB

Membaca Novel Theodore Boone 3: Ketika Pengacara Cilik Jadi Tersangka!

Membaca Novel Theodore Boone 3: Ketika Pengacara Cilik Jadi Tersangka!

Your Say | Senin, 11 Mei 2026 | 12:36 WIB

Promo Indomaret 11 Mei 2026, Cimory Harga Spesial

Promo Indomaret 11 Mei 2026, Cimory Harga Spesial

Sumbar | Senin, 11 Mei 2026 | 12:35 WIB

Carles Puyol Beri Pandangan soal Rumor Alessandro Bastoni ke Barcelona

Carles Puyol Beri Pandangan soal Rumor Alessandro Bastoni ke Barcelona

Bola | Senin, 11 Mei 2026 | 12:35 WIB

Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo

Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo

Lifestyle | Senin, 11 Mei 2026 | 12:35 WIB

Ramai Dibahas gegara Ahmad Dhani, Apakah Jumat Kliwon Weton yang Bagus?

Ramai Dibahas gegara Ahmad Dhani, Apakah Jumat Kliwon Weton yang Bagus?

Lifestyle | Senin, 11 Mei 2026 | 12:34 WIB

IHR Piala Raja Mangkunegaran 2026 Sukses Digelar, Padukan Pacuan Kuda, Budaya, dan Hiburan Modern

IHR Piala Raja Mangkunegaran 2026 Sukses Digelar, Padukan Pacuan Kuda, Budaya, dan Hiburan Modern

Sport | Senin, 11 Mei 2026 | 12:34 WIB

Nadiem Makarim Akan Jalani Operasi Saat Sidang Kasus Chromebook

Nadiem Makarim Akan Jalani Operasi Saat Sidang Kasus Chromebook

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:33 WIB