Presiden Joko Widodo atau Jokowi belum memberi jawaban terkait hasil temuan Tim Gabungan Indonesia Pencari Fakta (TGIPF) soal perkembangan Tragedi Kanjuruhan.
Jokowi bahkan menyampaikan bila dirinya akan menjawab lain waktu ketika ditanyai awak media terkait perkembangan Tragedi Kanjuruhan yang merenggut 135 nyawa.
"Saya jawab lain waktu," ujar Jokowi dalam video yang diunggah ulang akun FaktaSepakBola, dikutip Jumat (10/2/2023).
Diketahui pemerintah telah membentuk TGIPF untuk menelusuri tragedi sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (01/10/2022) malam yang telah menelan sebanyak 135 korban jiwa.
Tim ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang terjadi pasca-pertandingan Arema FC vs Persebaya pada hari Sabtu (1/10/2022).
Diketahui, insiden tersebut menyebabkan ratusan korban jiwa meninggal dunia.
Korban jiwa dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan ini menjadi bencana terbesar kedua dalam sejarah sepak bola global.
Pada 1964, sebanyak 328 orang meninggal dunia di Stadion Estadio Nacional di Lima, Peru, dalam pertandingan antara Peru dengan Argentina - juga setelah polisi menembakkan gas air mata yang menyebabkan eksodus massal.
Baca Juga: Cut Tari Comeback ke Dunia Hiburan, Wajah Awet Muda Hot Mama Ini Dapat Sorotan