Orang tua Brigadir J menerima permohonan maaf dari Bharada E atau Richard Eliezer. Bukan tanpa sebab, rupanya ada alasan mengapa kedua orang tua mendiang Nofriansyah Yosua Hutabarat menerima permohonan maaf Bharada E.
Menurut kakak Brigadir J, Yuni Artika Hutabarat, Bharada E adalah satu-satunya terdakwa pada saat itu yang tulus dan sungguh-sungguh meminta maaf kepada orang tua mendiang Yosua.
Yuni dan pihak keluarga melihat kesungguhan Richard Eliezer yang meminta maaf atas perbuatan yang dilakukannya kepada Brigadir J. Oleh karena itu, kedua orang tua Brigadir J pun menerima maafnya.
"Karena di antara kelima terdakwa, sekarang sudah terpidana, yang terlihat sungguh-sungguh meminta maaf dengan tulus hanya Richard. Sedangkan terdakwa lainnya tidak ada kesungguhan untuk permohonan maaf, terlebih kepada kedua orang tua. Itu kenapa orang tua dan keluarga memberi maaf kepada Eliezer," ucap Yuni, seperti dikutip dari acara Kamar Rosi dalam kanal YouTube Kompas TV.
Tak hanya itu, Yuni juga mengatakan bahwa Richard Eliezer berjanji akan berkata jujur dan membantu pihak keluarga mengungkapkan fakta dalam persidangan. Itu merupakan poin lain mengapa kedua orang tua Brigadir J mau menerima permintaan maafnya.
"Dia berjanji untuk mengatakan yang sebenarnya, mau mengungkap apa yang sebenarnya terjadi," tambah Yuni.
Meski begitu, keluarga mengaku merasa sedikit kecewa usai mendengar vonis hukuman yang dijatuhkan kepada Richard Eliezer karena dinilai terlalu ringan. Sebelumnya, Bharada E dijatuhi hukuman 12 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum. Namun, hukuman itu dikurangi oleh hakim dengan putusan vonis 1 tahun 6 bulan.
"Setelah mendengar keputusan hakim soal Eliezer memang ada sedikit kekecewaan karena sangat ringan dibanding dengan tuntutan jaksa yang 12 tahun," ujar Yuni.
Kakak perempuan Brigadir J itu menambahkan bahwa bagaimanapun Richard Eliezer lah yang membunuh adiknya.
Baca Juga: Persiapan Mepet, PSIS Semarang Optimis Bisa Curi Poin di Kandang Persikabo 1973
"Sebenarnya agak sedikit berat menerimanya. Karena Eliezer ini bagaimanapun juga yang menembak Yoshua, itu yang membuat hati kami sedikit sakit," jelas Yuni.
Walau begitu, Yuni dan keluarga bersyukur karena Richard Eliezer mau mengungkapkan fakta-fakta dan kejanggalan dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
"Tapi kami juga bersyukur Eliezer menjadi pembuka kejahatan-kejahatan Sambo cs dan akhirnya terungkap semua apa yang sebenarnya terjadi," tutup Yuni.
Di sisi lain, publik pun banyak yang bersimpati kepada Richard Eliezer. Sebagian besar menyebut jika keringanan hukuman yang diterima Bharada E merupakan buah dari kejujurannya.