Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut mayoritas pegawai Kementerian Keuangan khususnya Direktorat Jenderal Pajak, bekerja secara jujur dan profesional.
Hal ini dikatakan Sri Mulyani menyusul kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Laksono, anak pejabat di Ditjen Pajak bernama Rafale Alun Trisambodo.
Penganiayaan itu memicu kecurigaan atas harta kekayaan Rafael yang oleh KPK dinilai tidak sesuai dengan profilnya sebagai pegawai Ditjen Pajak. Rafael diketahui punya harta sekitar Rp 56 miliar, sementara putranya Mario sering memamerkan kendaraan mewah di media sosial.
“Mereka-mereka ini yang harus terus menjaga institusinya jangan sampai satu tinta rusak susu sebelanga,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (24/2/2023).
![Rafael Alun Trisambodo [Twitter/Paltiwest]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/02/23/1-746.png)
Sri Mulyani sudah mencopot jabatan Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan II Rafael Alun Trisambodo (RAT) untuk mempermudah pemeriksaan harta kekayaannya oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan.
Adapun harta kekayaan terkait RAT menjadi viral setelah anak RAT, Mario Dandy, terlibat kasus penganiayaan.
“Pengkhianatan yang dilakukan siapa pun di dalam Kementerian Keuangan adalah pengkhianatan kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan yang sudah bekerja baik, jujur, dan profesional,” ucapnya.
![Mario Dandy Satrio (MDS). [[Instagram/__broden]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/02/24/1-mario-dandy-satrio-mds.jpg)
Sri Mulyani juga mengecam tindakan penganiayaan dan gaya hidup mewah yang dilakukan oleh Mario Dandy, anak dari RAT, yang dianggap telah menimbulkan persepsi negatif dari masyarakat terhadap Kementerian Keuangan, terutama Direktorat Jenderal Pajak.
“Saya berharap kekejian dan kekerasan yang terjadi ini adalah kekejian dan kekerasan yang terakhir, yang tidak bisa dimaafkan, tidak bisa dibiarkan,” katanya.
Sri Mulyani juga akan terus memonitor perkembangan dan penanganan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh RAT, dimana sebelumnya Sri Mulyani telah meminta Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan melakukan pemeriksaan terkait harta RAT.
“Saya akan terus memonitor perkembangan dari penanganan kasus saudara RAT, dan saya ingin menyampaikan sekali lagi simpati, doa kami, dan permohonan maaf kami kepada keluarga korban, Saudara David,” ucapnya. [Antara]