Sosok Ida Dayak sedang menjadi viral karena dinilai mampu memberi pengobatan alternatif yang mujarab. Bahkan antreannya belakangan semakin membludak hingga terpaksa dibatalkan karena terlalu penuh.
Di tengah viralnya kabar tersebut, beredar kabar bahwa Ida Dayak meninggal dunia akibat kelelahan. Hal ini sebagaimana diwartakan oleh kanal YouTube RE Informasi.
"INNALILLAHI, Baru Saja Namanya Viral, Kini Ibu Ida Meninggal Dunia Akibat Kelelahan," seperti itulah judul dari videonya, dikutip pada Selasa (4/4/2023).
Identitas orang yang meninggal dunia pun dipertegas dengan tagar di kolom deskripsi, yakni tertulis "#idadayak". Kabar duka ini juga diklaim membuat banyak orang menangis, antara lain Presiden Joko Widodo.
Hal ini seperti terlihat di sampul video yang memperlihatkan foto pemakaman, disertai foto sejumlah tokoh publik seperti Jokowi, Kaesang Pangarep, hingga Tukul Arwana.
"Innalillahi. Tangis Presiden Jokowi dan Warga Pecah. Ibu Ida Meninggal Dunia Akibat Kelelahan," tulis pemilik video.
Sejak diunggah pada Senin (3/4/2023), video ini sudah ditonton lebih dari 8 ribu kali, menandakan besarnya atensi publik terhadap kabar yang diwartakan.
Namun seperti apakah kebenarannya?
PENJELASAN
Setelah didengarkan untuk cek fakta, video berdurasi 3 menit 31 detik itu ternyata tidak menampilkan informasi yang selaras dengan klaimnya.
Pasalnya video itu tidak mewartakan soal meninggalnya Ida Dayak sebagaimana dinarasikan. Justru video itu mengabarkan meninggalnya penyanyi dangdut senior Ida Laila.
Pelantun "Sepiring Berdua" itu diketahui meninggal dunia pada 2019 lalu dan kabar dukanya turut disampaikan oleh pedangdut Elvy Sukaesih.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa video viral unggahan kanal YouTube RE Informasi adalah tidak benar.
Faktanya video itu justru mengabarkan meninggalnya penyanyi dangdut senior Ida Laila alih-alih Ida Dayak sebagaimana ditegaskan lewat tagar di kolom deskripsi.
Dengan demikian, video ini dapat dikategorikan sebagai hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].