Rusia disebut-sebut memberikan dukungan kepada Indonesia karena sikap menolak Timnas Israel drawing dan berlaga di Tanah Air kita.
Soal Indonesia dicoret dari posisi sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 oleh Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA masih terus "dihangatkan". Dalam artian dibahas negara mana menolak, negara mana memberikan dukungan, serta negara mana merasa senasib.
Dipantau Metro Suara.com secara daring dari kanal YouTube, Onlen News mengunggah video berdurasi sekira lima menit dengan thumbnail: Satu Suara dengan Indonesia 6 Negara Ini Kompak Menolak Bertanding Lawan Israel. Serta judul: HORMATI INDONESIA 6 Negara Ini Kompak Ikutan Menolak Bertanding Lawan Israel, No 2 musuh FIFA, baru saja beredar dan sudah disaksikan sekira 12K pemirsa.
Narator yang membahasakan dirinya mimin menyatakan bahwa ada enam negara merasa senasib dengan Indonesia dalam soal menolak bertanding atau berlaga bila mendapatkan lawan Israel.
Disebutkan mulai Presiden Vladimir Putin dari Rusia yang menyatakan dukungan kepada Indonesia, bahwa Rusia dan Indonesia adalah senasib. Kemudian Malaysia, Iran, dan Mesir.
Narator mengangkat judoka Rusia yang tidak mau bertanding lawan atlet Rusia, kemudian dua pemain sepak bola Iran dicoret dari Tim Nasional atau Timnas Iran karena pernah bertanding lawan Israel. Lalu Malaysia menolak atlet renang Israel saat bertanding ke negaranya, dan Timnas sepak bola Mesir menolak bermain lawan Israel.
Terakhir adalah Timnas Indonesia sendiri, yang menolak bertanding dengan Timnas Israel dalam Piala Dunia 2023.
PENJELASAN
Dalam video unggahan Onlen News ini, kronologis tentang kejadian atau peristiwa olah raga tidak menunjukkan konsistensi. Di mana Timnas sepak bola Mesir menolak Israel, namun terjadi di 1958. Sementara untuk Indonesia, periodisasi waktu adalah 1958 dan 2023.
Juga atlet judo atau judoka yang disebutkan menolak tanding lawan Israel dalam Olimpiade Tokyo 2020, bernama Vladimir Nevzorov. Nama ini adalah judoka di masa Soviet atau USSR yang berlaga di Olimpiade 1976.
Sementara thumbnail video sendiri memajang potret sederet kepala negara seperti Xi Ping (China), Kim Jong-Un (Korea Utara), Vladimir Putin (Rusia), dan seterusnya, yang tidak menggambarkan materi isi. Mengingat tidak ada narasi tentang Korea dan China sama sekali.
KESIMPULAN
Dari penelusuran Metro Suara.com, video tidak menunjukkan materi seperti ditampilkan dalam thumbnail. Seperti negara-negara yang jelas mendukung.
Pidato Vladimir Putin sendiri, yang disampaikan dalam bahasa Rusia tidak menunjukkan dukungan Indonesia soal FIFA. Akan tetapi soal kenegaraan negeri sendiri.
Sementara untuk olah raga judo, tidak ditemukan nama atlet Rusia yang menolak bertanding melawan Israel di Olimpiade Tokyo 2020. Yang benar adalah judoka Fethi Nourine asal Aljazair menolak tanding lawan Israel, di mana ia dan pelatihnya dihukum 10 tahun dilarang berlaga di kejuaraan judo dunia.
Sedangkan atlet sepak bola Iran yang dicoret dari Timnas karena tanding lawan Israel, kejadiannya justru beberapa atlet negara ini menolak kembali ke tanah air mereka serta minta suaka politik di negara Eropa. Termasuk di antaranya atelt pamahan Puriya Jallalipur yang berada di Belanda saat kejuaraan panahan.
Video berisi materi yang menyesatkan tentang pemimpin dunia serta para atlet dengan penyebutan menghormati Indonesia soal Piala Dunia U-20 2023. Juga mengandung hoax karena tidak ada sama sekali pernyataan jelas dari negara-negara itu akan sikap mereka terhadap Indonesia terkait Piala Dunia U-20 2023.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].