Jefri Nichol saat ini tengah menjadi sorotan warganet karena melakukan doxing atau doksing salah satu pengguna Twitter lain.
Doxing merupakan tindakan menyebarkan informasi pribadi orang lain tanpa izin pihak yang bersangkutan. Dalam kasus ini, Jefri Nichol mengunggah data pribadi warganet berupa nama lengkap dan alamat rumahnya.
Padahal, warganet tersebut tidak melakukan kesalahan apa pun kepada Jefri Nichol. Rupanya, lelaki berusia 24 tahun itu salah sasaran dengan mengira warganet tersebut sebagai salah satu pembencinya.
Hal itu terlihat dalam cuitan terbaru Jefri Nichol. Pemain Dear Nathan itu diketahui meminta maaf kepada warganet bernama Salma Eka Fitri setelah menyebarkan data pribadinya.
"Halo Eka, saya mau minta maaf udah salah kira kamu sama orang yang ngehate saya dan usah nyebarin data pribadi kamu (doxing) dan saya mau bilang juga data yang saya post itu nggak lengkap dan itu tadinya buat nakutin hater yang saya kira itu kamu. Sekali lagi saya minta maaf Eka," cuit Jefri Nichol melalui akun Twitter miliknya.
![Cuitan permintaan maaf Jefri Nichol doxing warganet. [[screenshot]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/04/07/1-cuitan-permintaan-maaf-jefri-nichol-doxing-warganet.jpg)
Sebelum Jefri Nichol mencuitkan permintaan maafnya, Eka lebih dulu membuat utas untuk menagih itikad baik sang aktor.
"Halo, selamat malam. Perkenalkan saya Salma Eka Fitri. 3 hari lalu, akun Twitter dengan username @jefrinichol sudah menyebarluaskan data pribadi saya tanpa izin. Sebelum saya bertindak lebih jauh, tolong itikad baiknya kepada @jefrinichol untuk menghapus postingan tersebut dan meminta maaf karena hal tersebut sangat merugikan saya," tulis Eka.
Lebih lanjut, jika Jefri Nichol tidak merespons cuitannya tersebut maka warganet berniat untuk membawa masalah itu ke pihak berwajib.
Meski telah meminta maaf, namun warganet tetap menyerang Jefri Nichol karena dianggap tak etis menyebarkan data pribadi orang lain. Selain itu, beberapa warganet juga menyinggung cara Jefri Nichol meminta maaf yang dinilai arogan.
"Ingat ya kawan-kawan, minta maaf yang disertai 'alasan'dalam bentuk apa pun, merupakan permintaan maaf yang tidak tulus," tulis akun @S**********
"Minta maaf mah minta maaf aja harusnya bang, nggak usah ngelakuin pembelaan diri, mau lengkap ataupun nggak ya tetep aja perlakuan lu merugikan pihak lain," komentar @F********
"'Data yang saya post itu nggak lengkap' pointnya bukan masalah lengkap dan nggak lengkap mas bro, lo itu udah salah, masih aja coba cari sedikit celah buat kelihatan sedikit nggak bersalah. 'Buat nakutin hater' so you admit tujuannya buat nakutin atau ngancem orang? Dan kamu pikir itu oke?" tambah @g*******
"Udah doxing, salah sasaran. Ini bisa kena pencemaran nama baik nggak ya? Ohh sama nggak ada ijin lagi sama yang punya akunnya. Wow, kalau bisa minta maaf secara personal sih ke DM," timpal @h*********__