Narasi menyatakan keduanya menjadi pasangan untuk pencalonan Pilpres 2024.
Kontestasi menuju Pemilihan Umum atau Pilpres 2024 tengah berlangsung. Kandidat berbagai partai diumumkan, dan acara meminang pasangan terus berlangsung.
Dikutip dari Turnbackhoax.id, dari kanal YouTube akun bernama Seputar Istana mengunggah video berjudul "DUET GANJAR-MAHFUD MAJU NYAPRES, TENSI POLITIK DI 2024 SEMAKIN MEMANAS". Sementara pada thumbnail ditulis, "SELAMAT BUAT GANJAR-MAHFUD !! KEPUTUSAN FINAL MEGAWATI PASANGAN INI MAJU DI 2024".
Narasi menyebutkan bahwa Ganjar Pranowo dan Mahfud MD bakal maju menuju Pilpres 2024 sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.
Juga disebutkan tensi politik semakin memanas dengan pencalonan ini.
PENJELASAN
Setelah ditelusuri, sepanjang video tidak ada informasi mengenai pencalonan keduanya sebagai pasangan capres dan cawapres.
Narator dalam video hanya membacakan ulang artikel opini yang ditulis Dahono Prasetyo dan diunggah di laman Seword.com.
Artikel dengan judul, "Ada Apa Dengan Ganjar, Mahfud, Dan Jokowi?" diunggah pada 13 April 2023. Dalam artikel ini Dahono menuliskan tanggapannya usai peristiwa perdebatan antara Mahfud MD dan Komisi III DPR RI pada saat rapat membahas transaksi mencurigakan senilai Rp 349 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan.
Dalam artikel disebutkan bahwa Mahfud MD menyiratkan karakter perlawanan pada bobroknya fundamental, sebagai syarat memperbaiki sistem.
Penulis juga menyebutkan bahwa Ganjar Pranowo adalah pendobrak kebrutalan intoleransi yang terjadi karena Presiden Joko Widodo berkuasa membela toleransi.
Dikutip dari Detik, Mahfud MD menyebut usulannya sebagai calon wakil presiden Ganjar Pranowo hanyalah bunga-bunga demokrasi saja.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi maupun informasi dari sumber yang kredibel mengenai pencalonan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai pasangan capres dan cawapres dalam Pemilu 2024.
KESIMPULAN
Video memiliki konten yang dimanipulasi.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].