Rumah tangga Iis Dahlia dan Satrio Dewandono terus menjadi sorotan.
Acara sungkeman Lebaran pun menjadi kontroversial karena Satrio Dewandono mencium bibir sangat anak sambung, Salsa.
Terbaru, Uya Kuya membeberkan motif suami Iis Dahlia itu menikahinya.
Disinyalir, Uya Kuya menyebut, peunya niat buruk ke Salsa.
Kabar tersebut dibagikan kanal YouTube Daiy News yang mengunggah video berjudul "PENUH AIR MATA!! Uya Kuya Beberkan Motif Suami Iis Dahlia Menikahinya Karena Niat Buruk Ini".
Narasi serupa juga terlihat dalam thumbnail dan menyebut Sadis!! Satrio menikahi Iis Dahlia hanya ingin balas dendam di luar dugaan Uya Kuya bongkar motif suami Iis Dahlia menikahi Iis Dahlia karena ada niat buruk ini pada Salsa.
Tampak, foto Iis Dahlia, Uya Kuya dan ada sepasang pria dan wanita memakai baju tahanan berwajah Satrio Dewandono dan Salsa.
Hingga kini, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 2.320 penayangan.
Tetapi, benarkah Uya Kuya beberkan motif suami Iis Dahlia menikahinya karena niat buruk?
Klaim yang menyebut bahwa Uya Kuya beberkan motif suami Iis Dahlia menikahinya karena niat buruk ke Salsa adalah salah.
Setelah menonton video berdurasi 4 menit 6 detik tersebut, tidak ada pernyataan secara resmi ataupun bukti valid yang menyatakan bahwa Uya Kuya beberkan motif suami Iis Dahlia menikahinya karena niat buruk ke Salsa.
Narator dalam video hanya membacakan berita dari sebuah media online.
Kemudian, narator menyampaikan bahwa Iis Dahlia merasakan janji suci sang suami dikhianati.
Hingga akhir video, tidak ada informasi valid seputar keretakan rumah tangga Iis Dahlia.
Bahkan, narator mengingatkan masyarakat untuk pandai-pandai membaca berita sehingga mendapatkan informasi yang valid dan terpercaya.
Selain itu, foto yang digunakan dalam thumbnail merupakan hasil editan yang telah direkayasa.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Uya Kuya beberkan motif suami Iis Dahlia menikahinya karena niat buruk ke Salsa merupakan berita palsu atau hoaks.
Unggahan tersebut tidak memiliki keterkaitan antara isi video dengan judul yang tertera, sehingga dapat dikategorikan sebagai misleading content.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].