Sidang perdana Mario Dandy atas kasus penganiayaan yang dilakukannya terhadap David Ozora menyita perhatian publik.
Tersebar kabar bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan berat kepada anak Rafael Alun tersebut. Hal itu membuat Mario Dandy menangis.
Kabar itu dibagikan oleh kanal YouTube La_Mis yang mengunggah video berjudul "Sidang Pertama Mario Dandy Penuh Tangis! Saat JPU Bacakan Tuntutan Berat Anak Rafael Alun".
Sementara itu, narasi dalam thumbnail berbunyi, "Kesombongan Mario Dandy Berubah Jadi Tangis, Ayah David Pasang Badan di Sidang Perdana".
Hingga kini, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 450 penayangan. Lalu, benarkah Mario Dandy menangis setelah jaksa membacakan tuntutan berat untuknya?
CEK FAKTA:
Setelah menonton video berdurasi 2 menit 43 detik di atas, klaim yang menyebut Mario Dandy menangis di sidang perdana adalah salah.
Tidak ada bukti valid maupun pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa Mario Dandy menangis setelah jaksa membacakan tuntutan berat kepadanya.
Alih-alih memberikan informasi kredibel, narator dalam video hanya menyampaikan soal kehadiran ayah David Ozora di sidang tersebut dan nasib Rafael Alun yang juga terkena imbas dari perbuatan anaknya.
Baca Juga: Genggaman Erat Penepis Isu Keretakan Mega-Jokowi
Tetapi hingga akhir video, narator sama sekali tidak menyebutkan Mario Dandy menangis, sebagaimana yang tertera pada judul video.
Isi video tidak memiliki keselarasan dengan judul yang tertera.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Mario Dandy nangis setelah jaksa membacakan tuntutan berat untuknya merupakan berita palsu atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].