Panji Gumilang sebagai pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun memang kerap melontarkan pernyataan yang kontroversi.
Salah satunya, Panji Gumilang berencana membangun gereja di kawasan Ponpes Al Zaytun.
Buya Yahya, menjawab kebingungan publik, terkait umat muslim membangun tempat ibadah orang lain, begini hukumnya.
Sang Dai kondang menegaskan, umat muslim hanya boleh membantu umat lain, seperti memberi rumah, makanan atau barang.
"Enggak boleh ikut-ikutan (bangun tempat ibadah umat lain) biar yang lainnya, tapi kita tak boleh melarang. Kita boleh membantu mereka jika tidak ada hal-hal yang sangkut paut dengan itu, misalnya bangun rumah pribadi," ucap Buya, dikutip dari Al Bahjah TV, Senin (12/6/2023).
"Kita boleh memberi satu rumah kepada tetangga Nasrani, tapi kita tidak boleh membantu dalam hal urusan ibadah, itu sangat pribadi, jadi biarkan mereka mencari tempat sendiri," sambungnya.
Diketahui, Panji Gumilang dikenal sebagai orang yang cukup kontroversi.
Bagaimana tidak, di beberapa pidato yang ia lontarkan, selalu mengundang kontra dari sebagian besar publik.
Hingga pada akhirnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dikabarkan buka suara terkait pernyataan kontroversial pimpinan Al Zaytun.
Baca Juga: Indonesia Open 2023: Jonatan Christie Berharap Tuah Manis Istora Senayan
Selain itu, niatnya untuk membangun Gereja di Al Zaytun juga satu diantara kontroversi yang ia buat.