Pemimpin Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang dikabarkan telah ditangkap oleh polisi. Namun, ia sempat melawan sehingga kaki kanannya terpaksa ditembak hingga lumpuh.
Penembakan kaki pemimpin pondok pesantren itu dibagikan oleh kanal YouTube KABAR NEWS yang mengunggah video berjudul "GEMPAR SORE INI || KAKI KANAN TERTEMBAK, POLISI TERPAKSA LUMPUHKAN PANJI GUMILANG KARENA INI".
Narasi serupa terlihat pada thumbnail video. Tampak Panji Gumilang bersimpuh di lantai sambil mengenakan baju tahanan berwarna oranye dan dikelilingi oleh sejumlah aparat serta pihak berwenang.
Hingga kini, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 18.000 penayangan. Lantas, benarkah Panji Gumilang dilumpuhkan oleh polisi saat ditangkap?
CEK FAKTA:
Klaim yang menyebut bahwa polisi menembak kaki kanan Panji Gumilang karena melawan saat hendak ditangkap adalah informasi salah.
Setelah menonton video berdurasi 8 menit 4 detik di atas, narator hanya membahas tentang dugaan adanya orang pemerintahan yang turut terlibat di Ponpes Al Zaytun serta dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh pondok pesantren tersebut.
Namun, hingga akhir video tidak ada bukti valid maupun pernyataan resmi yang menyebut terkait klaim polisi menembak kaki kanan Panji Gumilang hingga lumpuh.
Tak hanya itu, foto yang ditampilkan pun hanyalah rekayasa untuk mendukung konten.
Baca Juga: Toyota Siapkan Produk Hybrid Baru Rp 300 Jutaan
KESIMPULAN:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar polisi menembak kaki kanan Panji Gumilang hingga lumpuh karena melawan saat hendak ditangkap merupakan berita palsu atau hoaks.
Unggahan di atas tidak memiliki keselarasan antara judul dan isi video, sehingga dapat dikategorikan sebagai konten menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].