Timnas Thailand dikabarkan mendapat hukuman berat dari FIFA berupa pembekuan setelah tragedi bentrok dengan Timnas Indonesia pada laga final sepak bola SEA Games 2023 Kamboja. Namun, kabar Timnas Thailand dibekukan oleh FIFA merupakan disinformasi atau hoaks.
Informasi FIFA memberikan sanksi untuk Timnas Thailand setelah baku hantam dengan Timnas Indonesia U-23 pada Mei lalu itu dibagikan oleh kanal YouTube HBS TIMNAS.
Akun tersebut memposting video berdurasi 3 menit 3 detik dengan judul "Resmi FIFA Hukum Berat & Bekukan Thailand Usai Tragedi vs Timnas Indonesia di Sea Games, Asal Gini".
Pada thumbnail video terdapat keterangan serupa yang menyebutkan bahwa Thailand dibekukan FIFA usai tragedi final melawan Timnas Indonesia di SEA Games 2023.
![Benarkah Thailand dibekukan FIFA. [[YouTube/HBS TIMNAS]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/08/03/1-benarkah-thailand-dibekukan-fifa.jpg)
PENJELASAN:
Setelah menonton video tersebut secara lengkap, tidak ditemukan adanya bukti valid maupun pernyataan secara resmi yang menyebut bahwa Thailad dibekukan FIFA sebagai imbas baku hantam dengan Timnas Indonesia.
Meski begitu, potensi sanksi sebenarnya tidak hanya didapat Thailand, melainkan juga Indonesia karena jika laporan yang dibuat oleh Ketua Umum NOC Raja Sapto Oktohari diterima FIFA terkait insiden tersebut, maka dipastikan kedua negara akan terkena imbas.
Namun, hal itu tidak terbukti. Sepak bola Thailand hingga kini masih aktif, terpantau Thailand dipercaya sebagai tuan rumah Piala AFF U-23 pada Agustus tahun ini.
Tetapi hingga akhir video, tidak ada penjelasan dari sumber kredibel terkait klaim di atas. Oleh karena itu, isi video terbukti tidak sesuai dengan judul yang tertera.
Baca Juga: Diisukan Cerai, Arya Saloka Ungkap Kondisi Pernikahannya dengan Putri Anne: Saya Ingin...
Dapat disimpulkan bahwa kabar Thailand dibekukan FIFA setelah baku hantam dengan Timnas Indonesia merupakan berita bohong.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].