Suami Putri Anne, Arya Saloka dikabarkan harus menjalani proses persidangan akibat ulah yang dilakukannya sendiri. Diduga bahwa itu merupakan sidang cerai dengan sang istri.
Namun setelah dilakukan cek fakta, informasi tersebut mengandung kabar palsu atau disinformasi yang dapat menggiring opini menyesatkan.
Kabar tersebut disebarkan oleh kanal YouTube Amanda chanel yang mengunggah video berjudul "Kabar terbaru || akibat ulahnya sendiri Arya Saloka harus menjalani sidang perdana" dengan durasi 8 menit 24 detik.
Saat artikel ini ditulis, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 700 penayangan. Lantas, benarkah klaim di atas?
![Benarkah Arya Saloka harus menjalani proses sidang perdana akibat ulahnya sendiri. [[YouTube/Amanda chanel]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/07/1-benarkah-arya-harus-menjalani-proses-sidang-perdana-akibat-ulahnya-sendiri.jpg)
PENJELASAN:
Setelah menonton video tersebut, narator hanya menyinggung berbagai permasalahan dalam rumah tangga Arya Saloka dan Putri Anne, di mana keduanya memang dirumorkan berpisah.
Namun hingga kini, dugaan itu tidak terbukti karena tidak ada bukti valid yang menunjukkan bahwa Putri Anne berpisah dari Arya Saloka.
Di sisi lain, baik Putri Anne maupun Arya Saloka pun tidak memberikan klarifikasi lebih lanjut atas desas-desus yang beredar.
Hingga akhir video pun tidak ada penjelasan dari sumber kredibel yang menyebutkan bahwa Arya Saloka harus menjalani sidang pertama karena perbuatannya.
Baca Juga: Thomas Doll Jadi Senasib dengan Luis Milla, Dipecat dari Persija Akibat Gagal Menang, Benarkah?
Dengan kata lain, isi video tidak selaras dengan judul yang tertera dan kabar mengenai Arya Saloka harus menjalani proses persidangan adalah berita bohong.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].