Begini cara Rafael Struick berikan support kepada Hugo Samir di ajang pembuka Grup F Asian Games 2022.
Hugo Samir menorehkan prestasi seru saat Timnas Indonesia U-24 menang atas Kirgistan dalam laga pembuka Grup F Asian Games 2022 di Tiongkok. Inilah serangan kilat alias blitzkrieg bila meminjam istilah Jerman dalam Perang Dunia Kedua, yang artinya adalah serangan kilat.
Ya, cuma perlu serangan sekilat 13 detik gol tercipta dalam pertandingan yang berlangsung diZhejiang Normal University East Stadium, Selasa (19/9/2023) malam WIB. Skor akhir adalah 2-0 untuk kemenangan Timnas Indonesia atas Kirgistan.
Dipantau dari media sosial TikTok, akun Garuda Timnas mengunggah video Hugo Samir tengah cuci muka serta tangan, dan dikomentari dalam bahasa dialek Indonesia Timur, "Gol perdana, ei!"
Yang disapa sontak menoleh.
"Perdana, terima kasih!" demikian ucap Hugo Samir sembari menyunggingkan senyum, menaruh tangan di dada, kemudian bergabung dengan teman-teman Timnas Indonesia U-24 di ruang ganti tim.
"Mantap, siuuuuuu!" demikian terdengar suara sambutan kembali.
Unggahan ini telah disukai puluhan ribu, dan disematkan atau pinned teratas adalah komentar yang diberikan Rafael Struick, salah satu anggota Timnas Indonesia pula.
![Rafael Struick [[Instagram]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/20/1-rafael-struick.jpg)
Sederhana saja, yaitu fire atau kobaran api dua kali. Bisa digambarkan sebagai terus semangat, atau on fire selalu, bahkan 2-0, yang menggambarkan kemenangan Timnas Indonesia atas Kirgistan.
Seperti biasa, netizen menyambut hangat pinned atau komentar yang disematkan paling atas dari Rafael Struick itu. Mulai menggodai Rafa, sampai ikut berterimakasih atas dukungannya kepada Hugo Samir dalam bentuk emoji fire itu.
Papi Jacko alias Jacksen Ferreira Tiago, atau kadang disapa JFT atau Jacksen F. Tiago juga turut bangga. Pemain legendaris serta manajer sepak bola terkenal yang menjadi bagian legenda Persebaya ini tidak lain adalah ayah dari Hugo Samir.
Lelaki dua putra itu juga mengunggah sederet foto-foto lawas sang putra sulung. Betapa syukur dipanjatkan sekeluarga karena keberhasilan tendangan kilat Hugo Samir menggetarkan gawang Kirgistan.
![Papi Jacko memasangkan sepatu bola Hugo Samir [(Instagram Story/@Jt_Jacksen_f_tiago_coach)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/20/1-jackson-bersama-hugo-samir-kecil-instagram-story-at-jt-jacksen-f-tiago-coach.jpg)
Karier perdananya di Tanah Air adalah pemain sepak bola Persebaya, dan berlanjut menjadi pelatih di klub sama. Ia fasih berbahasa Indonesia hingga Suroboyoan, salah satu sub-bahasa Jawa, dan kini ia melatih SSB N 2 Mimika.
Saat pertama kali tiba di Indonesia dan bermain di Liga Indonesia, Jacksen F. Tiago bermain untuk kesebelasan Petrokimia Putra dan mampu ikut mengantar tim sebagai runner-up Liga Indonesia pertama.
Sesudahnya bermain di PSM Makassar lalu ke Persebaya Surabaya, dengan prestasi keren dalam Liga Indonesia musim 1996/1997.
Selanjutnya bermain abroad ke Geylang United Singapura selama setahun, kemudian pindah lagi Persebaya dan Petrokimia hingga gantung sepatu pada 2001.
Sukses dibukukan, mampu mengangkat Persebaya yang terdegradasi satu musim sebelumnya ke Divisi Utama pada 2003 dan juara pada 2004.
Sesudahnya, Jacksen F. Tiago menandatangani kontrak untuk melatih Persipura Jayapura. Selama kepemimpinannya di Persipura Jayapura, ia telah memberikan tiga gelar Liga Super Indonesia di musim 2008-2009, 2010-2011, serta 2012-2013.
Mulai Maret 2013, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) meminta Jacksen F. Tiago menjadi pelatih tim nasional Indonesia untuk menghadapi Arab Saudi dalam babak Kualifikasi Piala Asia AFC 2015 didampingi Rahmad Darmawan.
Pada April 2013, ia menunjuk Yeyen Tumena dan Oswaldo Lessa sebagai pendamping pelatih, karena Rahmad Darmawan menangani Timnas U-23 di SEA Games Myanmar.