Anies Baswedan masih menjadi satu-satunya Bacapres 2024 yang telah mendeklarasikan pasangannya. Belakangan situasi ini malah memunculkan isu bahwa dua bacapres lain, yakni Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, akan digabungkan dalam satu koalisi.
Tentu saja rumor ini mendapat beragam komentar, termasuk menduga-duga siapa di antara Ganjar dan Prabowo yang akan mengalah menjadi bacawapres.
Salah satu yang turut mengomentari adalah Partai Demokrat yang baru saja bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju yang mengusung Prabowo.
Namun Partai Demokrat malah menduga terbentuknya dua poros koalisi yang dimaksud adalah poros Ganjar dan Prabowo, atau dengan kata lain justru Anies lah yang gugur tidak jadi ikut kontestasi Pilpres 2024.
Hal ini diungkap dengan terang-terangan oleh Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, bahkan di hadapan politikus PKB Jazilul Fawaid.
"Saya agak takut kalau bicara mengenai dua pasangan takutnya satir gitu. Satir karena melihat Pak Prabowo surveinya 34-36 persen, Pak Ganjar itu juga 34 (persen) bahkan sampai 38 persen. Jadi kalau ditotal udah mau 80 persen," terang Herzaky.
"Jadi apakah maksudnya pertarungan dua pasangan itu Pak Prabowo dan Pak Ganjar? Saya kok melihatnya jadi ke arah situ ya?" sambungnya, seperti dikutip dari kanal YouTube METRO TV, Sabtu (23/9/2023).
Tentu saja pernyataan Herzaky ini menjadi sorotan lantaran Partai Demokrat memutuskan hengkang dari Koalisi Perubahan setelah Anies memilih menggandeng Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, sebagai bacawapresnya.
Meski begitu, Herzaky menekankan bahwa pihaknya lebih mendukung apabila tetap tiga poros yang bertarung di Pilpres 2024.
Baca Juga: AHY Koar-koar Tak Memaksa Jadi Cawapres Prabowo, Banjir Cibiran: Nanti Ngambek Lagi
"Kami tetap berharap Gus Jazilul tetap bersemangat memperjuangkan pasangan calonnya. Ayo kita jadikan pilpres ini tetap bisa 3 pasangan," kata Herzaky.
"Kalaupun nanti Gus Jazilul nggak beruntung di putaran pertama, kami dari Partai Demokrat pasti akan mengobrol sama Pak Prabowo sama Golkar dan PAN, 'Ayo kita ajak nih PKB dan teman-teman lain misalnya tidak masuk ke putaran kedua ayo kita bergabung'," imbuhnya.