Putra bungsu Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Kaesang Pangarep resmi menjadi Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Kaesang ditunjuk jadi ketum dua hari setelah resmi mengumumkan bergabung ke PSI. Penobatan Kaesang sebagai Ketum PSI itu dilakukan pada Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) PSI di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat.
Soal Kaesang yang jadi Ketum PSI dalam waktu singkat, pengamat politik Adi Prayitno ikut berkomentar. Dengan fenomena Kaesang, Adi menyebut bahwa menjadi ketum partai rupanya cukup dengan jalan 'takdir'.
"Jadi ketum partai tak musti jualan mantan aktivis 98, mantan presiden BEM, mantan ketua OKP, tak perlu jago baris-baris, tak perlu ahli ini itu, tak perlu riwayat intelektual, dan lain-lain," tulis Adi di akun X miliknya.
"Cukup dengan ‘takdir’ bisa jadi ketum partai. Yang mau jadi ketum partai, belajar ke masbro ini," imbuhnya.
Pernyataan Adi sontak mengundang berbagai respons dari warganet.
"Memang enggak perlu jadi BEM, aktivis, OKP bang. Jadi Anak Presiden aja dah cukup," komentar warganet.
"Ga perlu ahli ini itu, cukup nempel di bulu ketek bapaknya, itu bakal menghipnotis partai sirkus," imbuh warganet lain.
"Hahaha baru terjadi dalam sejarah perpolitikan idonesia mungkin ya," tambah lainnya.
"Bagus ini ketimbang dgn partai yg lain sebelum jadi ketua parpol caci maki dulu dan debat sana sini," sindir warganet.
"Ditunggu setelah 2024 ketika bapake gak jadi presiden gimana nasibnya," timpal lainnya