Putra bungsu Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Kaesang Pangarep yang sekonyong-konyong dijadikan sebagai ketua umum (ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengundang perhatian publik.
Pasalnya Kaesang dijadikan ketum usai dua hari dirinya mendapatkan KTA dari PSI. Soal Kaesang duduki tahta tinggi di PSI, pengamat politik Ujang Komarudin menyebutkan bahwa kemungkinan ada cawe-cawe Jokowi di PSI.
"Sebenarnya terlalu kecil kalau PSI jadi wadah Pak Jokowi, Pak Jokowi butuh perahu yang lebih besar. Tapi dalam politik kan tidak boleh menyimpan telur di keranjang yang sama," kata Ujang dalam perbincangan di TV One.
"Kalau Kaesang disimpan di PSI maka Pak Jokowi akan cari yang lebih besar," imbuhnya.
Lebih lanjut Ujang menyebutkan bahwa Jokowi sempat diisukan ingin mengambil alih PDIP. Sayangnya aturan partai banteng itu tak bisa membuat dirinya merampas PDIP dari Megawati.
"Dulu saya memiliki cerita dapat informasi Pak Jokowi ingin ngambil PDIP tapi enggak bisa, dalam struktur AD/ART enggak bisa bahwa bukan pemilihan di PDIP tapi pengusulan dan namnaya pasti akan Bu Mega terus," kata Ujang.
"Skema yang dibikin Jokowi sekarang ini tentu bikin PDIP gundah gulana, hubungan Pak Jokowi dengan Bu Mega dan PDIP kan naik turun, kalau bicara soal PSI ini sebenarnya partai jelmaan jokowi, dibina oleh Pak Jokowi jadi tidak aneh kalau Kaesang jadi ketum," tandasnya.