Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto rupanya memiliki sejarah panjang dengan Megawati Soekarnoputri. Prabowo bahkan disebut sempat 'diselamatkan' oleh Megawati saat dirinya terjebak di luar negeri.
Diketahui bahwa pada tahun 1998, Prabowo bermukim di Amman, Yordania. Prabowo sendiri pergi ke Yordania usai dirinya dipecat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
Prabowo dinilai bertanggungjawab atas penculikan aktivis. Usai pemecatannya, sejawat Prabowo dari Yordania menjemputnya dan tinggal di sana hingga tahun 2001.
Kepulangan Prabowo ke Indonesia rupanya tak lepas dari peran Megawati Soekarnoputri. Pasalnya Mega dan suaminya, Taufik Kiemas lah yang memulangkan Prabowo dari Yordania.
"Beliau itu egaliter dan luar biasa lah, saya tahu yang memulangkan Pak Prabowo ke Indonesia ya Bu Mega sam Pak Taufik," ujar analis politik M. Qodari di kanal YouTube Total politik.
Taufik disebut menelfon Prabowo mengapa dirinya masih di luar negeri.
"Pak Taufik cerita, telfon Prabowo. [Bilang] Kamu kenapa di luar negeri? [Prabowo jawab] saya enggak bisa pulang," ujar Qodari.
"Pulang aja pulang, mbakmu [Megawati] kan presiden masa enggak bisa pulang," tambah Qodari menirukan Taufik Kiemas.
Cerita tersebut juga pernah diungkapkan Megawati. Mega kala itu mengaku tak terima ada warga Indonesia yang bertatus stateless di Yordania.
Baca Juga: Kader PSI Jabar Optimis Tembus ke Senayan Pasca Kaesang Ditunjuk Jadi Ketum Gantikan Giring
"Dulu saya ambil beliau [Prabowo] keleleran, saya marah sebagai Presiden, siapa yang buang beliau stateless? Saya marah pada Menlu, saya marah pada Panglima. Apa pun juga beliau manusia Indonesia, pulang beri dia itu tanggung jawab," ucap Megawati di acara Presedential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara Jakarta, Selasa (3/12/2019).