Pegiat media sosial Denny Siregar menyoroti masuknya Kaesang Pangarep ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ia menyebut jika langkah politik yang diambil oleh Kaesang bukan merupakan simbol perlawanan Presiden Joko Widodo alias Jokowi ke PDI Perjuangan.
Pasalnya belakangan ini Jokowi dituding melakukan perlawanan kepada PDI Perjuangan gara-gara memberikan restu kepada putra bungsunya bergabung ke PSI.
Hubungan Jokowi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pun sampai disebut merenggang setelah Kaesang masuk ke PSI.
Terkait hal tersebut, Denny Siregar menyebut jika Jokowi mempersilakan Kaesang bergabung ke PSI untuk membantu partai berlogo mawar tersebut bisa lolos ke Senayan dan bukan untuk menghancurkan PDI Perjuangan.
"Dijadikannya Kaesang sebagai ketua umum PSI adalah cara Jokowi untuk membantu PSI lolos ke Senayan," ujar Denny dikutip dari tayangan kanal YouTube 2045 TV pada Rabu (27/9/2023).
"Bukan buat menghantam PDI Perjuangan apalagi untuk menghancurkan, tapi lebih dari sekadar ingin membantu PSI yang selama ini selalu ikut di belakang Jokowi," imbuhnya.
Denny Siregar lantas menyinggung momentum ketika Jokowi mengangkat Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie Setiadi menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika.
"Kalau Budi Arie dari Projo dikasih hadiah sebagai Menkominfo, PSI dikasih Kaesang sebagai tanda terima kasih untuk sekaligus membantu PSI lolos ke Senayan," terang Denny.
Lebih jelas, Denny Siregar dalam pernyataannya kembali menegaskan jika restu yang diberikan Jokowi kepada Kaesang bukan merupakan simbol bahwa orang nomor 1 RI tersebut hendak membelot dari Megawati Soekarnoputri.
"Jadi nggak ada tuh teori konspirasi apapun di sana. Nama Kaesang diharap bisa mengerek perolehan PSI supaya nanti bisa mendapat angka 4 persen," pungkasnya.