Film Petualangan Sherina 2 tengah menjadi perbincangan karena sukses membawa para penonontonnya untuk bernostalgia.
Film ini mengisahkan perjalanan lebih lanjut dari kisah petualangan Sherina dan Sadam, dalam versi dewasa.
Berikut beberapa fakta menarik dari film Petualangan Sherina 2 yang mulai menghiasi layar bioskop Tanah Air pada Kamis, (28/9/2023).
Sinopsis
Film Petualangan Sherina 2 akan mempersembahkan kisah pertemuan mengharukan antara Sherina dan Sadam di dalam keindahan hutan Kalimantan.
Sherina, yang kini telah menjadi seorang jurnalis cerdas dan berani, bertemu dengan Sadam yang telah menjelma menjadi seorang manajer program LSM konservasi di hutan Kalimantan.
Hanya saja, momen nostalgia mereka mendadak berubah ketika sekelompok kriminal mencuri anak orangutan yang baru saja dilepasliarkan.

Dikerjakan Dua Rumah Produksi
Petualangan Sehrina 2 dikerjakan langsung oleh dua rumah produksi ternama, yakni Miles Films dan Base Entertainment.
Baca Juga: Menteri NasDem Diciduk KPK, PKS Sentil Kasus E-KTP: Itu Ada Capres Terlibat
Riri Riza bertindak sebagai sutradara dan Mira Lesmana sebagai produser.
Lokasi Syuting di Hutan Kalimantan
Berbeda dengan petualangan Sherina dan Sadam kecil yang berlokasi di perkebunan teh daerah Lembang, Bandung.
Di Petualangan Sherina 2, hutan Kalimantan dipilih sebagai lokasi syuting untuk tetap menyajikan kesan petualangan dari kedua orang sahabat ini.
Mira Lesmana pun memberikan penjelasan mengapa akhirnya Hutan Kalimantan dipilih sebagai lokasi syuting Petualangan Sherina 2.
![Sherina Munaf di jumpa pers film Petualangan Sherina 2 di kawasan Kemang, Jakarta. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/02/19/1-sherina-munaf-di-jumpa-pers-film-petualangan-sherina-2-di-kawasan-kemang-jakarta.jpg)
"Kita senang bertualang. Sudah pasti kita ingin masuk ke dalam hutan, ada beberapa pilihan yang akhirnya mengarah ke hutan Kalimantan. Kami sering membuat dokumenter, tetapi ini adalah pengalaman pertama kami dalam pembuatan film di hutan. Kami mengunjungi berbagai tempat di Kalimantan, dan akhirnya kami memilih Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sebagai lokasi utama syuting," ujar Mira Lesmana kepada media.