Romy sendiri meyakini Jokowi tengah sangat merenung dengan situasi politik yang ada. Namun Romy meyakini Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak memasukkan Gibran dalam radar bacawapresnya.
“Sejauh ini tidak sebagai calon wakil presiden. Karena Ibu adalah politisi klasik yang memegang pola dan pola itu nggak ketemu (di Gibran), nasionalis religius. Yang kedua, Ibu ini tidak suka politisi instan. Jadi cara melakukan pemenangan itu harus bermartabat, elegan, beda dengan kita punya presiden, ‘Yang penting menang’. Jadi ini tentang perbedaan mazhab politik,” pungkas Romy.