![Pratama Arhan [(instagram/@pratamaarhan8)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/26/1-pratama-arhan-instagram-at-pratamaarhan8.jpg)
Suatu ketika, Surati bercerita jika Arhan menangis tak diantarkan ke SSB karena cuaca di luar rumah sedang hujan.
Melihat anaknya menangis, dia tetap diantarkan.
3. Dibelikan sepatu murah dan langsung jebol
Pratama Arhan sempat pernah merasakan sulit membeli sepatu bola karena tidak punya lebih.
Akhirnya dia dibelikan sepatu sepakbola seharga Rp25 ribu.
Sayangnya, sepatu yang dibelikan orang tuanya itu untuk mengikuti turnamen sepak bola langsung jebol, saat pertama kali digunakan.
Kondisi ekonomi yang kurang mampu memang membuat Arhan kesulitan untuk mendapatkan perlengkapan latihan.
Demikianlah perjuangan seorang Pratama Arhan untuk menjadi pemain sepak bola profesional.
Baca Juga: Inara Rusli soal Kedekatan Virgoun dan Kia Poetri: Yang Penting Ingat Anak